Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Mendekati Gebetan dengan Teori Dramaturgi
ilustrasi pasangan (pixabay.com/aliceabc0)

Jatuh cinta memang sejuta rasanya, ya. Tak heran, pelakunya bisa senyum-senyum sendiri, padahal hanya memikirkan orangnya saja. Maka dari itu, gak heran kalau ada istilah cinta itu bisa bikin buta.

Sayangnya, saat kamu jatuh cinta duluan, belum tentu orang tersebut menaruh hati yang sama ke kamu. Meski kemungkinan kamu cuma jatuh cinta sepihak, tapi bisa jadi juga dia ke depannya mau menerima cintamu, lho.

Jadi kuncinya, sebelum menyerah begitu saja, alangkah lebih baiknya diperjuangkan terlebih dahulu. Ibarat tak kenal maka tak sayang, ya kenalkan dirimu terlebih dahulu, tunjukkan pesonamu ke dia. Baru memutuskan apakah ingin mundur atau terus melanjutkan pendekatan. 

Nah, untuk membantu kamu dalam proses mendekati atau memikat gebetan dengan pesonamu, kamu bisa menggunakan Teori Dramaturgi. Dalam teori tersebut, terdapat konsep secara sosiologis yang bisa jadi cara dalam mendekati gebetanmu. Sudah penasaran bagaimana caranya? Langsung simak ulasan di bawah ini, ya. Ulasan ini merujuk pada Teori Dramaturgi yang dicetuskan oleh
Arestoteles dalam karya Poetics. Teori ini jadi acuan dalam dunia drama, 
teater, hingga film. Lalu dikembangkan lagi oleh seorang sosiolog, Erving Goffman, 
lewat buku berjudul The Presentation of Self in Everyday Life.

1. Tentukan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan ke gebetan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/5688709)

Teori Dramaturgi merupakan teori dalam ilmu sosiologi. Teori ini menggambarkan sebuah drama dalam kehidupan nyata. Layaknya drama, maka pasti ada aktor, penonton, serta panggungnya.

Nah, kamu sebagai aktor yang akan akting menunjukkan pesonamu. Maka, sebelum itu kamu harus menentukan tujuan dan pesan yang mau dusampaikan ke gebetan sebagai penontonnya.

Misalnya saja, pesan yang ingin kamu tunjukkan itu sosok dirimu yang cool, pintar, pekerja keras, penuh kasih sayang, dan sebagainya. Jadi, kamu ingin menunjukkan sisi dirimu yang seperti apa di depan gebetanmu? Kalau sudah tahu, maka akting yang kamu lakukan untuk tujuannya menyampaikan pesan itu ke gebetan sebagai penonton, ya.

2. Ciptakan skenario dengan matang

ilustrasi pasangan (pixabay.com/CHENA)

Selanjutnya, agar drama memiliki pedoman yang menjadi alur cerita, maka dibutuhkan skenario. Dengan skenario, maka akting yang kamu lakukan harus sesuai dengan jalan cerita yang ada di situ, ya.

Misalnya skenario akan momen kebetulan ketemu, lalu disusul dengan mengajak ngobrol, dan pendekatan lainnya. Bisa juga penyusunan skenario akan kesamaan kebiasaan, kesukaan, hobi. Jadi, sekarang susun skenario versi kamu, ya.

Sehingga dari skenario tersebut, kamu akan menciptakan pendekatan yang memberikan kenyamanan ke gebetan. Bukan pendekatan secara paksaan yang tidak natural, ya. Saat kamu melakukan itu, besar peluangnya gebetanmu malah jadi ilfeel, lho.

3. Siapkan setting penampilan hingga gaya peran

ilustrasi pasangan (pixabay.com/Olessya)

Untuk mendukung skenario yang sudah disusun dengan baik, maka aktor harus menggunakan atribut pelengkap akting, nih. Atribut tersebut mulai dari setting penampilan hingga gaya peran. Adanya atribut pelengkap tersebut membuat akting jadi tampak nyata dan natural, bukan dibuat-buat, ya.

Misalnya kamu ingin akting punya hobi yang sama dengan gebetanmu. Maka, kamu ya harus secara nyata bisa melakukan hobi tersebut. Setidaknya kuasai kemampuan dasarnya, jika kamu tak ingin mempermalukan dirimu sendiri.

Intinya, penampilanmu harus totalitas dalam menjadi peran yang kamu jalani. Mulai ujung rambut hingga ujung kaki, ekspresi, gaya bahasa, gesture, semua harus meyakinkan dengan maksimal.

4. Latihan di backstage

ilustrasi pasangan (pixabay.com/panajiotis)

Nah, untuk mematangkan semuanya, melihat fungsional dari skenario hingga atribut pelengkap akting, maka kamu perlu latihan di backstage, nih. Dengan begitu, kamu bisa memperbaiki dan menambahkan yang kurang. Hingga membuang sesuatu yang tidak perlu, bahkan tidak penting.

Selain memastikan fungsionalitas, di backstage kamu juga bisa latihan akan kemampuan akting yang dimiliki. Hal tersebut karena percuma saja, pesannya sudah ada, skenario sudah matang, atribut pelengkap sudah siap, tapi aktornya enggak punya kemampuan akting yang mumpuni. Jadi, biar bisa hingga luwes akting, maka banyak latihan di backstage, ya!

Jadi, bagaimana? Sudah siap mempraktikkan Teori Dramaturgi dalam menunjukkan pesonamu di depan gebetan? Buat persiapan sebaik-baiknya, ya. Apa pun hasilnya nanti, baik dia balik mencintai kamu, melirik kamu sebagai teman yang satu frekuensi, atau tetap cuek kepadamu, ya tak apa. Semuanya tidak apa-apa, karena yang paling penting ialah kamu sudah berani mencoba, berjuang untuk perasaanmu, bukan hanya berdiam diri yang berakhir penyesalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article