Jatuh cinta memang sejuta rasanya, ya. Tak heran, pelakunya bisa senyum-senyum sendiri, padahal hanya memikirkan orangnya saja. Maka dari itu, gak heran kalau ada istilah cinta itu bisa bikin buta.
Sayangnya, saat kamu jatuh cinta duluan, belum tentu orang tersebut menaruh hati yang sama ke kamu. Meski kemungkinan kamu cuma jatuh cinta sepihak, tapi bisa jadi juga dia ke depannya mau menerima cintamu, lho.
Jadi kuncinya, sebelum menyerah begitu saja, alangkah lebih baiknya diperjuangkan terlebih dahulu. Ibarat tak kenal maka tak sayang, ya kenalkan dirimu terlebih dahulu, tunjukkan pesonamu ke dia. Baru memutuskan apakah ingin mundur atau terus melanjutkan pendekatan.
Nah, untuk membantu kamu dalam proses mendekati atau memikat gebetan dengan pesonamu, kamu bisa menggunakan Teori Dramaturgi. Dalam teori tersebut, terdapat konsep secara sosiologis yang bisa jadi cara dalam mendekati gebetanmu. Sudah penasaran bagaimana caranya? Langsung simak ulasan di bawah ini, ya. Ulasan ini merujuk pada Teori Dramaturgi yang dicetuskan oleh
Arestoteles dalam karya Poetics. Teori ini jadi acuan dalam dunia drama,
teater, hingga film. Lalu dikembangkan lagi oleh seorang sosiolog, Erving Goffman,
lewat buku berjudul The Presentation of Self in Everyday Life.
