Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Obat Sakit Hati yang Bersumber dari Diri Sendiri

3 Obat Sakit Hati yang Bersumber dari Diri Sendiri
ilustrasi kedamaian (pixabay.com/pexels)

Sebagai manusia biasa tentu kamu tak bisa semudah itu untuk mengontrol rasa emosional yang ada. Sesederhana ketika melihat hal konyol, maka kamu akan tertawa. Pun sebaliknya, ketika ada hal yang begitu menyedihkan, tanpa terasa air matamu sudah menetes begitu derasnya.

Hal serupa juga berlaku atas rasa sakit hati yang sedang kamu alami. Saking sakitnya, luka hatimu itu berhasil mengacaukan aktivitas keseharianmu. Nah, untuk kamu yang tak ingin terus berlarut atas luka hatimu, coba diobati lukanya. Bagaimana caranya? Langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini, menurut pengalaman pribadi penulis.

1. Berilah maaf karena kamu juga menjadi penyebab dari rasa sakit hatimu itu

ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tak akan ada asap jika tidak ada api, bukan? Iya rasanya. Begitu juga dengan sikap dan perbuatannya yang begitu melukai hatimu. Mungkin saja hal tersebut kamu yang memulainya. Kamu yang terlebih dahulu melukainya sampai-sampai ia tega melukaimu supaya kamu merasakan apa yang ia rasakan dahulu.

Pun ketika kamu merasa luka yang ia berikan kepadamu itu sepenuhnya kesalahannya, maka cobalah maafkan dirimu sendiri terlebih dahulu. Tapi, untuk apa hal tersebut? Tentu saja untuk memaafkan dirimu yang telah salah memilih dan mengenal orang yang salah. Bahkan, kamu sering berinteraksi dengan orang yang berakhir melukai hatimu sendiri.

Padahal kalau dari awal kamu bisa melindungi dirimu, mungkin luka yang ada saat ini tak akan muncul, lho. Dengan begitu, bukankah sedikit banyak kamu adalah penyebab dari lukamu sendiri? Coba pikirkan. Maka, jika memaafkan kesalahan orang lain terasa begitu berat, cobalah dengan memaafkan dirimu sendiri, ya.

2. Berilah maaf karena kamu juga pernah menyakiti orang lain

ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Polina Sirotina)
ilustrasi orang berpikir (pexels.com/Polina Sirotina)

Baik secara sengaja maupun tidak, bukankah kamu juga pernah melukai hati orang lain? Coba diingat-ingat. Mungkin kamu tidak sengaja, tak menyadarinya, bahkan sudah melupakannya. Namun, nyatanya kejadian itu begitu melukai orang terkait.

Oleh karena itu, cobalah menyikapi rasa sakit hatimu itu sebagai hukum alam atas perbuatanmu yang dulu.Yang mana kalau kamu ingin kesalahanmu dimaafkan, ya kamu harus bisa memaafkan kesalahan orang lain. Kalau memberi maaf rasanya begitu berat, cobalah bayangkan bagaimana sakitnya orang lain yang harus memaafkan kesalahanmu meski kamu tak sengaja? Sama beratnya, lho.

Dengan begitu, harapanmu dalam mendapatkan maaf darinya harus setinggi kemampuanmu dalam memaafkan orang lain yang telah melukai hatimu. Selain itu, cobalah untuk belajar memberi maaf sebagai penebus dosamu. Ya, dosa atas kesalahan-kesalahan, yang mungkin sampai sekarang tak kamu sadari tapi begitu melukai orang terkait.

3. Maafkan dan lanjutkan hidupmu dengan baik

ilustrasi berbahagia (pixabay.com/thisismyurl)
ilustrasi berbahagia (pixabay.com/thisismyurl)

Bukankah semua orang itu pernah melakukan kesalahan? Termasuk kamu sendiri, pun orang-orang yang telah menyakitimu. Lalu, bukankah kamu ingin kesalahanmu itu bisa dimaafkan oleh orang lain? Iya pastinya. Lantas, mengapa kamu tak bisa memaafkan kesalahan orang lain sebagaimana kamu ingin dimaafkan? Coba pikirkan baik-baik.

Kalau memaafkan kesalahannya itu rasanya begitu berat, coba lakukan semua itu untuk dan atas dirimu sendiri. Mungkin kamu merasa belum siap memaafkan orang yang begitu melukai hatimu. Namun melepaskan luka akan cukup melegakanmu, daripada harus menyimpan luka hingga menimbulkan dendam dan kebencian.

Yakin dan percayalah bahwa dengan memaafkan kesalahannya, maka beban di pundakmu akan terasa lebih ringan. Begitu juga dengan jalan hidupmu, kamu bisa hidup dengan lebih lapang dan damai. Setelah memaafkannya, kamu berhak untuk membatasi interaksi dengannya supaya menghindari hal serupa terjadi lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Melinda Fujiana
EditorMelinda Fujiana
Follow Us

Latest News Bali

See More

Pemkab Tabanan Targetkan Investasi Tahun 2026 Sebesar Rp1,2 Triliun

14 Mar 2026, 19:08 WIBNews