Kredit Vs Tunai, Lebih Menguntungkan Mana saat Beli Rumah?

Membeli rumah merupakan keputusan finansial yang besar, sehingga memerlukan pertimbangan matang, entah itu dalam segi biaya, komitmen, hingga stabilitas keuangan pribadi. Satu dilema yang paling umum dirasakan oleh banyak orang adalah apakah sebaiknya membeli rumah secara tunai atau dengan memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Setiap pilihan pasti memiliki konsekuensi dan keunggulannya masing-masing. Sehingga hal ini sangat bergantung pada kondisi finansial dan tujuan jangka panjang. Jadi, pahamilah beberapa aspek berikut ini sebelum menentukan pilihan dalam membeli rumah agar nantinya tidak sampai menyesal.
1. Beban bunga dan total biaya yang dikeluarkan

Membeli rumah secara tunai sangat memungkinkan calon pembeli untuk membayar harga properti secara penuh tanpa adanya bunga atau biaya administrasi tambahan. Hal ini tentu saja akan membuat total biaya yang harus dikeluarkan jadi lebih rendah. Sebab tidak ada kewajiban untuk membayar bulanan dan tidak terpengaruh dengan fluktuasi suku bunga.
Sebaliknya jika kamu justru membeli rumah secara kredit, maka akan rentan dikenakan bunga yang bisa mencapai puluhan persen dari harga rumah tersebut. Hal ini sangat bergantung pada tenor dan jenis suku bunga. Jika dihitung secara keseluruhan, ternyata total pembayaran melalui kredit bisa jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pembayaran tunai.
2. Likuiditas dan pengelolaan arus kas

Jika kamu membeli rumah secara kredit, maka tidak perlu mengeluarkan dana besar sekaligus, sehingga tetap bisa memiliki cadangan uang tunai yang nantinya bisa digunakan untuk keperluan lain atau dana darurat. Skema cicilan bulanan sebetulnya bisa sangat membantu untuk mengatur arus kas, sehingga bisa menjaga kestabilan keuangan keluarga.
Sebaliknya jika kamu membeli rumah secara tunai, maka akan menyedot banyak dana dalam jumlah besar dan untuk waktu yang singkat. Sehingga hal ini akan mengganggu likuiditas saat membutuhkan uang secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, membeli rumah secara tunai hanya disarankan bagi orang-orang yang memang memiliki dana lebih dan tidak sampai mengorbankan kebutuhan lainnya.
3. Peluang investasi dari dana yang tersisa

Jika kamu membeli rumah secara kredit, maka sisa dana yang semestinya dapat digunakan untuk membeli rumah tunai bisa saja dialihkan ke investasi lain yang bisa berpotensi memberikan imbal hasil dengan nominal lebih tinggi. Strategi yang satu ini memang cocok untuk para pembeli yang cerdas dalam mengelola aset, serta memiliki portofolio investasi yang sehat.
Membeli secara tunai ternyata bisa menjadi pilihan yang cukup aman bagi kamu yang ingin menghindari potensi risiko investasi dan bunga kredit. Hal ini karena tidak adanya cicilan bulanan yang bisa membuatmu jadi lebih tenang, serta terbebas dari tekanan finansial untuk jangka panjang.
4. Kecepatan dan kemudahan proses transaksi

Pembelian rumah secara tunai pada umumnya diproses dengan lebih cepat karena memang tidak memerlukan tahap verifikasi bank, appraisal, atau persetujuan kredit. Proses transaksi yang singkat ini tentu saja bisa menguntungkanmu dalam situasi persaingan tinggi, atau pada saat harga rumah berpotensi mengalami kenaikan dalam periode waktu yang singkat.
Sebaliknya jika kamu mau beli rumah secara kredit tentu memerlukan waktu yang lebih lama, karena harus melalui prosedur yang kompleks dan evaluasi kelayakan finansial oleh pihak bank. Walau demikian, kamu tetap bisa memilih jalur kredit karena tetap memberikan akses kepemilikan rumah, tanpa harus menunggu waktu bertahun-tahun untuk menabung.
Membeli rumah secara tunai atau kredit tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setidaknya kamu dapat memahami hal-hal di atas agar bisa membuat keputusan yang bijak dan menguntungkan. Selalu sesuaikan dengan kemampuan masing-masing!


















