Takbiran di Klungkung Tanpa Pengeras Suara Saat Nyepi

- Pemerintah dan tokoh agama di Klungkung mengimbau umat Muslim menyesuaikan pelaksanaan takbiran jika Idulfitri berdekatan dengan Nyepi, demi menjaga toleransi terhadap umat Hindu.
- Masyarakat dianjurkan melaksanakan takbiran di masjid atau rumah tanpa pengeras suara keluar serta meminimalkan pencahayaan luar sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi.
- Sosialisasi dan pengamanan telah disiapkan agar perayaan kedua hari raya berjalan aman, dengan harapan masyarakat tetap menjaga kerukunan dan suasana damai di Bali.
- Pemerintah dan tokoh agama di Klungkung mengimbau umat Muslim menyesuaikan pelaksanaan takbiran jika Idul Fitri bertepatan dengan Nyepi demi menjaga toleransi antarumat beragama.
- Masyarakat dianjurkan melaksanakan takbiran di masjid atau rumah tanpa pengeras suara keluar serta meminimalkan pencahayaan luar sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu.
- Tim pengamanan disiagakan dan sosialisasi dilakukan jauh hari agar perayaan Idul Fitri dan Nyepi berlangsung aman, damai, serta memperkuat kerukunan antarumat.
Klungkung, IDN Times - Pemerintah bersama tokoh agama mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan pelaksanaan takbiran apabila Hari Raya Idul Fitri berdekatan atau bertepatan dengan Hari Suci Nyepi. Imbauan itu disampaikan guna menjaga toleransi serta menghormati umat Hindu yang menjalankan Catur Brata Penyepian.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klungkung, Drs H Agus Radiman, mengatakan pengaturan tersebut bukan hal baru. Pada tahun sebelumnya, pelaksanaan takbir keliling masih diperbolehkan karena terdapat jeda satu hari antara Idul Fitri dan Nyepi.
"Dari tahun lalu pun kita mengadakan takbir keliling untuk menghormati umat Hindu yang baru saja melaksanakan Hari Suci Nyepi. Saat itu memang diperbolehkan, karena ada jeda satu hari antara kedua hari raya tersebut,” ujar Agus Radiman, Kamis (12/3/2026).
Namun jika kedua hari raya berlangsung pada waktu yang sama atau sangat berdekatan, pemerintah telah menyiapkan alternatif pelaksanaan takbiran. Masyarakat dianjurkan melaksanakan takbiran di dalam masjid atau rumah masing-masing tanpa pengeras suara yang mengarah keluar.
Selain itu, penggunaan pencahayaan di luar rumah juga diminta untuk diminimalkan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi di Bali.
“Pemerintah memberikan alternatif untuk mengadakan takbir di masjid atau rumah-rumah saja, tanpa pengeras suara keluar dan dengan pencahayaan yang minim,” jelasnya.
1. Tim pengaman di masing-masing kampung dikerahkan untuk memastikan situasi kondusif saat Nyepi ataupun takbiran

Ia menambahkan, tim pengamanan di masing-masing kampung bersama aparat terkait tetap disiagakan untuk memantau situasi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif selama perayaan hari raya keagamaan.
"Kami sudah ada tim pengamanan, berkolaborasi juga nanti untuk pastikan perayaan hari raya keagamaan berlangsung aman," ujar Agus Radiman.
2. Sosialisasi telah dilakukan selama berhari-hari

Menurut Agus Radiman, sosialisasi pengaturan tersebut sudah dilakukan jauh-jauh hari kepada masyarakat. Dengan adanya pemahaman bersama, diharapkan masyarakat dapat menjaga sikap saling menghormati antarumat beragama.
“Sudah kita sosialisasikan jauh-jauh hari. Namun kemungkinan besar Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri tidak bersamaan,” katanya.
3. Agus Radiman berharap masyarakat tetap menjaga kerukunan antarumat

Pada intinya, Agus Radiman menyatakan umat muslim tetap menyiapkan langkah antisipasi, apabila kedua hari besar tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan.
"Sehingga masyarakat tetap menjaga kerukunan sehingga perayaan hari raya di Bali dapat berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi," jelasnya.


















