Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026. (Instagram.com/baliunitedfc)
Laga pembuka musim ini mempertemukan Bali United dengan tim promosi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada Jumat (4/9/2026). Pertemuan ini sekaligus mengulang momen laga pembuka Liga 1 2023/24. Ketika itu, Bali United harus takluk 0-1 di kandang sendiri. Pastinya pelatih Johnny Jansen ingin memastikan hasil pahit itu tidak terulang.
Saat ini PSS Sleman berstatus sebagai tim promosi, namun bukan berarti menjadi lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim ini ditangani pelatih asal Belanda, Pieter Huistra, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik. Huistra dikenal menerapkan filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola, sehingga pemilihan pemain asingnya pun disesuaikan dengan gaya main tersebut.
Tim berjuluk Super Elja (Elang Jawa) ini memiliki 11 legiun asing, yakni Gustavo Tocantins, Cleberson Martins de Souza, Lucas Gamma, Pedro Caracoci, dan Matheus Fornazari dari Brasil, ditambah Frederic Injai asal Prancis, Hiromu Tanaka dari Jepang, Christophe Nduwarigira asal Burundi, Melvyn Lorenzen dari Jerman, Moussa Bagayoko dari Mali, serta Stefan Ashkovski dari Makedonia Utara.
Empat nama di antaranya Gustavo Tocantins yang menjadi top skor tim, duo bek Lucao dan Cleberson, serta Frederik Injai merupakan pemain lama yang turut membawa PSS promosi musim ini, sehingga mereka sudah saling mengenal gaya permainan masing-masing.
Selain deretan pemain asing, PSS juga diperkuat wajah baru dari lini pemain lokal. Dimas Drajad, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Isfandyar menjadi beberapa pemain baru yang direkrut pada musim ini. Kombinasi ketajaman pemain asing dan Dimas Drajad patut diwaspadai oleh lini pertahanan Bali United.