Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Cok Istri Agung Sanistyarani, Peraih Perunggu Asian Games 2026

Kab. Klungkung
4 min read
Profil Cok Istri Agung Sanistyarani, Peraih Perunggu Asian Games 2026
Coki memperlihatkan medali perunggu yang diraih di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil)
  • Karateka Bali Cok Istri Agung Sanistyarani atau Coki meraih perunggu kumite putri 55 kg Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah menang 7-3 atas Marissa Hafezan dari Singapura.

  • Coki, kelahiran Klungkung, menjadi karateka Bali pertama peraih emas SEA Games pada 2017 dan telah mengoleksi dua emas, tiga perak, serta tiga perunggu SEA Games.

  • Dari empat penampilan Asian Games, Coki mengantongi dua perunggu; ia juga mencetak hattrick emas PON untuk Bali pada 2016, 2021, dan 2024.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cok Istri Agung Sanistyarani atau yang akrab disapa Coki, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, karateka asal Bali ini berhasil membawa pulang medali perunggu di ajang bergengsi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Ia berhasil mengalahkan Marissa Hafezan asal Singapura dengan skor 7-3 di nomor pertandingan Women’s Kumite 55kg (kilogram) pada Selasa lalu, 22 September 2026.

Coki sudah tidak asing lagi di dunia karate Indonesia. Namanya sudah lama menjadi andalan karate Bali di level nasional dan internasional. Berikut ini profil dan perjalanan Coki selengkapnya.

  1. 1. Anak Klungkung yang menjadi karateka Bali peraih medali emas pertama di SEA Games

    Coki (kiri) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
    Coki (kiri) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil)

    Cokorda Istri Agung Sanistyarani lahir pada 31 Desember 1994 di Kabupaten Klungkung. Ia berasal dari Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan. Kariernya di karate sempat ditempa di Dojo Inkai, Kabupaten Jembrana.

    Nama Coki menjadi spesial bagi karate Bali. Ia menjadi karateka Bali pertama yang berhasil meraih medali emas di ajang SEA Games, ajang multievent tingkat Asia Tenggara. Emas pertamanya itu diraih saat berlaga di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

    Coki turun di nomor kumite kelas 61kg putri. Ia yang saat itu didukung langsung oleh ibu dan adik bungsunya, berhasil mengalahkan karateka Thailand, Arm Sukkiaw.

  2. 2. Ia telah mengoleksi dua emas, tiga perak, dan tiga Perunggu di SEA Games

    Coki (kanan) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
    Coki (kanan) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil)

    Coki debut di SEA Games pada 2013. Sejak saat itu, ia rutin langganan memperkuat kontingen Indonesia dan berhasil naik podium. Berikut catatannya saat berlaga di SEA Games:

    • SEA Games 2013 Myanmar: meraih perak kumite beregu putri dan perunggu kumite 61kg
    • SEA Games 2015 Singapura: karate tidak dipertandingkan
    • SEA Games 2017 Kuala Lumpur: meraih medali emas kumite 61 kg putri. Ia menjadi karateka Bali pertama yang meraih emas di ajang SEA Games
    • SEA Games 2019 Filipina: Tanpa medali. Kegagalan ini sempat membuatnya kesulitan mengembalikan performa terbaiknya 
    • SEA Games 2021 Vietnam (digelar pada 2022): meraih medali emas kumite 55kg putri dan perak kumite beregu putri
    • 2023 Kamboja: meraih medali perak kumite 55kg putri dan perunggu kumite beregu putri
    • 2025 Thailand: terhenti di perempat final nomor perorangan, tetapi ikut menyumbang perunggu kumite beregu putri.

  3. 3. Dua perunggu Asian Games dari empat kali tampil

    Coki (kanan) bersama para peraih medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
    Coki (kanan) bersama para peraih medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil)

    Asian Games adalah panggung yang paling menguji ketangguhannya. Coki empat kali tampil di ajang ini, dua di antaranya berhasil meraih medali. Berikut daftar keikutsertaan Coki di Asian Games:

    • Asian Games 2014 Incheon: kalah di laga perebutan perunggu dari Mae Soriano (Filipina)
    • Asian Games 2018 Jakarta–Palembang: meraih medali perunggu kumite 55kg putri 
    • Asian Games 2022 Hangzhou (digelar 2023): kembali kalah di perebutan medali perunggu dengan skor 0-3 dari karateka Iran, Fatemeh Saadati
    • 2026 Aichi-Nagoya: berhasil meraih medali perunggu kumite 55kg putri.

    Selain itu, ia juga rutin naik podium di kejuaraan tingkat Asia. Seperti meraih medali perak di Amman 2018, serta perunggu di Astana 2017, Tashkent 2019, dan Almaty 2021.

  4. 4. Hattrick Emas PON untuk Kontingen Bali

    Coki (kanan) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
    Coki (kanan) bersama tim Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil)

    Lalu di level nasional, Coki nyaris tanpa tanding di kelas kumite 55kg putri. Ia selalu membawa pulang emas untuk Bali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Bahkan, ia berhasil meraih medali emas dalam tiga PON berturut-turut. Berikut catatan Coki saat berlaga di PON:

    • PON XIX Jawa Barat 2016: meraih medali emas
    • PON XX Papua 2021: meraih medali emas emas setelah menang 4-2 atas Dhinda Ayu dari Jawa Barat di final. Saat berlaga di PON XX Papua, ia datang dengan tekad membalas kegagalannya di kualifikasi Olimpiade
    • PON XXI Aceh–Sumatra Utara 2024: berhasil meraih medali emas di Medan

    Pencapaian Coki di level nasional maupun internasional sangat membanggakan, khususnya bagi insan karate di Bali. Namun, di balik itu, ada tantangan regenerasi untuk menciptakan karateka baru sekelas atau bahkan lebih berprestasi dari Coki. Hal ini karena usia Coki sudah tidak muda lagi dan kemungkinan PON XXII nanti akan menjadi ajang terakhirnya memperkuat Bali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More