5 Fakta Kemenangan Bali United, Yachida Cetak Gol Perdana

- Bali United membuka Super League 2026/2027 dengan kemenangan 2-1 atas PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada 4 September 2026.
- Teppei Yachida mencetak gol penalti pertama kompetisi musim ini pada menit ke-40, sementara Queven Inacio membukukan gol debut Super League melalui assist Remco Balk.
- Di bawah pelatih Belanda Johnny Jansen, Bali United tampil agresif dengan transisi cepat; laga pembuka disaksikan 16 ribu penonton dan kedua tim sama-sama dilatih pelatih asal Belanda.
Bali United memulai perjalanannya di liga kasta teratas sepak bola Indonesia, Super League 2026/2027. Pada laga perdana, Serdadu Tridatu menghadapi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, pada Jumat lalu, 4 September 2026. Bali United berhasil meraih kemenangan atas PSS Sleman dengan skor 2-1 pada laga pembuka Super League 2026/2027.
Dua gol Bali United dicetak oleh Teppei Yachida (40’) dan Queven Inacio (66’), sedangkan gol balasan PSS Sleman dicetak oleh Melvyn Lorenzen di penghujung babak kedua. Pertandingan ini menyajikan fakta-fakta yang menarik untuk disimak. Apa saja? Berikut daftarnya!
1. Kedua tim sama-sama ditukangi oleh pelatih asal Belanda

Pelatih Bali United, Johnny Jansen saat pertandingan menghadapi PSS Sleman. (Instagram.com/baliunitedfc) Bali United maupun PSS Sleman ternyata sama-sama dikomandoi juru taktik asal Belanda. Bali United memiliki Johnny Jansen, sedangkan PSS Sleman ada Pieter Huistra. Laga ini menjadi ajang gigi taktik sepak bola khas Negeri Kincir Angin di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Johnny Jansen bukan wajah baru di dunia kepelatihan Eropa. Pelatih kelahiran Heerenveen, Belanda, 2 Maret 1975 ini sebelumnya menukangi PEC Zwolle di Eredivisie pada musim 2023-2025. Gelandang Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, pernah menjadi bagian dari klub ini.
Johnny Jansen mengantongi lisensi UEFA Pro. Sebelum menukangi Bali United, karier kepelatihannya bermula dari tim usia muda hingga senior SC Heerenveen. Ia sempat singgah di klub Lebanon, Safa Beirut SC, dan akhirnya dipinang Bali United pada Mei 2025.
Lalu di kubu tamu, ada Pieter Huistra, sosok yang jauh lebih akrab dengan sepak bola Indonesia. Pria kelahiran 18 Januari 1967 ini pernah delapan kali membela Timnas Belanda sebagai winger pada 1988-1989. Setelah gantung sepatu, ia merintis karier kepelatihan bersama FC Groningen.
Huistra pertama kali menjejakkan kaki di sepak bola Tanah Air saat ditunjuk sebagai Direktur Teknik PSSI pada akhir 2014. Ia pernah menjadi pelatih interim Timnas Indonesia pada 2015 sebelum kompetisi terhenti akibat sanksi FIFA. Pieter Huistra kembali ke Indonesia pada Februari 2023 untuk menangani Borneo FC Samarinda, dan berhasil membawa klub tersebut menjadi juara reguler series BRI Liga 1 2023/2024. Pada 2025, dirinya menukangi PSS Sleman dan kembali dipercaya untuk mengarungi Super League 2026/2027.
2. Teppei Yachida mencetak gol perdana Super League 2026/2027

Teppei Yachida saat mengeksekusi tendangan penalti. (Instagram.com/baliunitedfc) Gol Teppei Yachida terasa spesial bagi Serdadu Tridatu maupun dirinya. Pemain muda asal Jepang ini tercatat sebagai pencetak gol perdana bagi Bali United sekaligus gol perdana Super League 2026/2027. Gol ini hasil sepakan Yachida dari titik penalti setelah dilanggar di area kotak terlarang oleh pemain PSS Sleman.
Yachida merupakan pemain yang didatangkan Bali United pada putaran kedua musim lalu. Mantan pemain Liga 2 Jepang, RB Omiya Ardija, ini bermain sebagai gelandang serang. Kedatangannya langsung mencuri hati Semeton Dewata. Ia mampu bermain apik pada musim lalu yang dibuktikan dengan mencetak 6 gol.
Musim ini, pemain berusia 24 tahun ini telah membuka keran golnya di awal musim. Tentu ini bisa menjadi motivasi awal bagi Yachida untuk kembali mencetak gol pada laga berikutnya. Apakah pemain setinggi 1,71m (meter) ini mampu melampaui raihan golnya di musim lalu?
3. Queven Inacio cetak gol perdana di Super League

Queven Inacio saat beraksi menghadapi PSS Sleman. (Instagram.com/baliunitedfc) Selain Yachida, gol Bali United lainnya dicetak oleh pemain asing anyar, Queven da Silva Inacio. Gol ini menjadi gol debutnya di Super League bersama Bali United. Ia mampu bermain spartan sebagai gelandang serang. Pada menit ke-66, ia berhasil menyepak bola hasil umpan Remco Balk masuk ke gawang PSS Sleman yang dijaga Ega Rizky.
Queven didatangkan dari klub asal Thailand, Chonburi FC, pada Juli 2026. Bagi pemain asal Brasil ini, Bali United menjadi klub pertamanya di Indonesia. Walaupun perlu beradaptasi dengan iklim sepak bola di Indonesia, namun ia telah mencuri perhatian penggemar klub kebanggaan asal Bali ini.
Saat kompetisi pramusim, ia mampu tampil dengan permainan terbaiknya. Begitu juga saat Super League 2026/2027 dimulai, ia bermain apik membantu lini serang Bali United dan berhasil mencetak gol debutnya di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air ini.
4. Bali United tampil apik dan puputan

Tim Geypens yang mampu tampil maksimal saat menghadapi PSS Sleman. (Instagram.com/baliunitedfc) Pada laga perdana ini, permainan Bali United terlihat berbeda dari musim lalu. Kombinasi bola-bola pendek berpadu baik dengan bola-bola panjang. Johnny Jansen kini mengubah taktik serangan yang tidak selalu bertumpu pada Thijmen Goppel seperti musim lalu. Hal ini membuat pemain Serdadu Tridatu bermain lebih agresif. Aliran bola berjalan dengan baik, didukung oleh transisi cepat yang dilakukan Ricky Fajrin dan kawan-kawan saat bertahan maupun menyerang.
Permainan apik ini juga didukung oleh pemain asing baru Bali United yang mampu bermain maksimal. Tak Hanya Queven yang bermain spartan, permainan apik juga ditunjukkan rekannya, Remco Balk. Berkali-kali umpan dan tusukannya menciptakan peluang berbahaya bagi Bali United. Ia juga menyumbang assist saat Queven mencetak gol.
Di sisi penyerang, Jort Van der Sande juga terlihat sebagai tipe penyerang pekerja keras dan mau menjemput bola. Ia gagal menciptakan gol debutnya setelah dianulir wasit kareng offside. Sedikit catatan bagi Van der Sande adalah dirinya harus lebih kuat dan tidak sering jatuh saat beradu dengan pemain lawan.
Selain pemain asing, pemain anyar Bali United yang menyita perhatian Semeton Dewata adalah Tim Geypens. Pemain naturalisasi berdarah Belanda-Semarang ini bermain di posisi barunya sebagai gelandang bertahan. Ia sebelumnya lebih sering bermain sebagai bek sayap. Di posisi barunya ini, ia bermain maksimal sebagai penghubung antara lini bertahan dan menyerang Bali United. Permainannya pada laga perdana ini mengingatkan kita pada penampilan gelandang asal Irak, Brwa Nouri.
5. Stadion Kapten I Wayan Dipta yang kembali bergemuruh

Aksi Semeton Dewata saat mendukung Bali United menghadapi PSS Sleman. (Instagram.com/baliunitedfc) Laga perdana Bali United sekaligus pembuka Super League 2026/2027 ini membawa atmosfer yang tidak biasa. Para suporter Bali United kembali memenuhi Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tercatat, jumlah penonton laga Bali United versus PSS Sleman ini sebanyak 16 ribu penonton.
Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali bergemuruh. Tak hanya bersorak mendukung tim kebanggaannya berlaga, Semeton Dewata juga menampilkan koreo yang tak kalah menarik. Dukungan ini sangat berarti bagi para pemain yang sedang berlaga di lapangan. Dukungan penuh Semeton Dewata berbuah manis dengan kemenangan perdana yang berhasil diraih Bali United.
Super League 2026/2027 juga mengeluarkan regulasi baru terkait pendukung tim tamu. Pada musim ini, pendukung tim tamu diperbolehkan untuk datang menonton tim kebanggaannya berlaga. Tentunya ini menjadi hal positif untuk memberikan atmosfer baru di stadion.
Laga perdana Bali United menjadi ujian penting Johnny Jansen untuk membangun kepercayaan Semeton Dewata kepada klub kebanggaannya. Tentu kemenangan ini menjadi daya tarik pendukung Bali United untuk datang ke stadion dan menjadi motivasi Ricky Fajrin maupun kawan-kawan pada laga berikutnya. Kira-kira, Bali United bisa mempertahankan tren positf saat menghadapi Isen Mulang Kalteng FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta Sabtu mendatang, 12 September 2026 gak ya?



















