Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jadwal Bali United September 2026 di Super League

Kota Denpasar
Jadwal Bali United September 2026 di Super League
Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026. (Instagram.com/baliunitedfc)
  • Bali United memulai Super League 2026/2027 dengan menjamu PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 4 September 2026.
  • Setelah laga pembuka, tim asuhan Johnny Jansen menjalani dua tandang beruntun ke Kalimantan melawan Isenmulang Kalteng FC pada 11 September dan Borneo FC pada 20 September.
  • PSS Sleman dan Isenmulang berstatus tim promosi dengan sejumlah pemain asing, sementara Borneo FC merupakan runner-up musim lalu yang membenahi pelatih serta skuad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bali United akan melakoni laga perdana Super League 2026/2027 menghadapi PSS Sleman Jumat mendatang, 4 September 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar. Selain PSS Sleman, ada dua tim yang siap mengadang laju Serdadu Tridatu pada September 2026 yaitu Isenmulang Kalteng FC dan Borneo FC.

Tim asuhan Johnny Jansen ini akan mengawali dengan partai kandang sebelum melakoni dua partai tandang beruntun ke Kalimantan. Berikut jadwal lengkap Bali United September 2026.

  1. 1. Laga pembuka Super League 2026/2027 menghadapi PSS Sleman

    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026.
    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026. (Instagram.com/baliunitedfc)

    Laga pembuka musim ini mempertemukan Bali United dengan tim promosi PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada Jumat (4/9/2026). Pertemuan ini sekaligus mengulang momen laga pembuka Liga 1 2023/24. Ketika itu, Bali United harus takluk 0-1 di kandang sendiri. Pastinya pelatih Johnny Jansen ingin memastikan hasil pahit itu tidak terulang.

    Saat ini PSS Sleman berstatus sebagai tim promosi, namun bukan berarti menjadi lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim ini ditangani pelatih asal Belanda, Pieter Huistra, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknik. Huistra dikenal menerapkan filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola, sehingga pemilihan pemain asingnya pun disesuaikan dengan gaya main tersebut.

    Tim berjuluk Super Elja (Elang Jawa) ini memiliki 11 legiun asing, yakni Gustavo Tocantins, Cleberson Martins de Souza, Lucas Gamma, Pedro Caracoci, dan Matheus Fornazari dari Brasil, ditambah Frederic Injai asal Prancis, Hiromu Tanaka dari Jepang, Christophe Nduwarigira asal Burundi, Melvyn Lorenzen dari Jerman, Moussa Bagayoko dari Mali, serta Stefan Ashkovski dari Makedonia Utara.

    Empat nama di antaranya Gustavo Tocantins yang menjadi top skor tim, duo bek Lucao dan Cleberson, serta Frederik Injai merupakan pemain lama yang turut membawa PSS promosi musim ini, sehingga mereka sudah saling mengenal gaya permainan masing-masing.

    Selain deretan pemain asing, PSS juga diperkuat wajah baru dari lini pemain lokal. Dimas Drajad, Hanif Sjahbandi, dan Muhammad Isfandyar menjadi beberapa pemain baru yang direkrut pada musim ini. Kombinasi ketajaman pemain asing dan Dimas Drajad patut diwaspadai oleh lini pertahanan Bali United.

  2. 2. Bali United kembali menghadapi tim promosi, Isenmulang Kalteng FC

    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026.
    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026. (Instagram.com/baliunitedfc)

    Usai menjamu PSS Sleman, Bali United langsung tandang ke Kalimantan Tengah untuk menghadapi tim promosi lainnya, Isenmulang Kalteng FC. Isenmulang menjadi satu-satunya tim di Super League 2026/2027 yang menggunakan pelatih lokal. Ia adalah Ade Suhendra, mantan gelandang PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta, yang telah bersama sejak tim masih menggunakan nama Adhyaksa FC di Liga 2. Menariknya, Ade mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik di kompetisi tersebut.

    Meski dipimpin pelatih lokal, ancaman Isenmulang tetap datang dari lini pemain asing anyar mereka. Tiga legiun asing baru yang tampil dalam laga uji coba adalah Adriel Fernandez asal Bolivia, Modou Manneh dari Gambia, dan Leo Lelis asal Brasil.

    Ade Suhendra bahkan memproyeksikan Adriel Fernandez sebagai motor kreativitas serangan tim, sehingga lini tengah Bali United harus ekstra waspada mengantisipasi kreativitas pemain asal Bolivia ini saat bertandang ke Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (11/9/2026).

  3. 3. Menghadapi runner up Super League 2025/2026, Borneo FC

    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026.
    Bali United (merah) saat menghadapi Persib Bandung (putih) di kompetisi pra musim Dewata Challenge Series 2026. (Instagram.com/baliunitedfc)

    Laga penutup Ricky Fajrin dan kawan-kawan pada September 2026 adalah menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). Borneo FC nyaris menjadi juara pada Liga Super 2026/2027. Tim berjuluk Pesut Etam ini finis di peringkat kedua klasemen akhir Super League 2025/2026 dengan raihan 79 poin, sama dengan koleksi Persib Bandung. Namun, mereka kalah head-to-head sehingga Persib yang dinobatkan sebagai juara.

    Pada Super League 2026/2027, Borneo FC melakukan perombakan besar di kursi pelatih maupun skuad. Fabio Lefundes yang membawa Pesut Etam nyaris juara musim lalu tak lagi menangani tim, digantikan oleh pelatih asal Portugal, Mauro Jeronimo.

    Enam legiun asing baru mereka adalah Cristian Matheus dan Iago Mendonça sebagai bek tengah asal Brasil, Gabriel Oliveira sebagai gelandang asal Brasil, N Goma Kablan sebagai winger asal Prancis, Rodrigo Varanda sebagai penyerang asal Brasil, serta Ruben Lopez Huesca alias Rubio, penyerang asal Spanyol. Kekuatan pemain asing dan kedalaman skuad yang dimiliki Borneo FC akan menjadi tantangan bagi Bali United. Apalagi Borneo FC bermain di hadapan pendukungnya.

    Tiga laga di atas akan menjadi ujian awal bagi Johnny Jansen serta pemain asing yang baru direkrut. Jika Serdadu Tridatu mampu mempertontonkan permainan menarik dan mampu meraih kemenangan, tentu akan menambah daya tarik Semeton Tridatu untuk datang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta saat melakoni laga kandang. Apakah Stadion Kapten I Wayan Dipta akan kembali bergemuruh?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More