4 Fakta Marko Dugandzic, Striker Anyar Bali United

- Bali United resmi merekrut striker Kroasia berusia 32 tahun, Marko Dugandzic, menjelang penutupan bursa Super League 2026/2027. Ia akan memakai nomor punggung 45.
- Dugandzic memiliki pengalaman di berbagai liga Eropa dan Asia, serta pernah menjadi top skor Liga Rumania 2022/2023 bersama Rapid Bucuresti dengan lebih dari 20 gol.
- Kedatangannya menambah pilihan bersama Jens Raven dan Jort Van der Sande, sementara Bali United tetap kehilangan bek Joao Ferrari akibat cedera lutut kanan jangka panjang.
Bali United resmi mendatangkan striker asal Kroasia, Marko Dugandzic, menjelang penutupan bursa transfer pemain Super League 2026/2027. Hal ini diumumkan melalui akun media sosial mereka pada Senin lalu, 21 September 2026.
Kedatangan pemain berusia 32 tahun ini cukup mengejutkan Sebab, sebelumnya ia sempat dikaitkan dengan klub Super League 2026/2027, Persija dan Persib Bandung. Berikut empat fakta menarik seputar Marko Dugandzic yang perlu kamu ketahui.
1. Profil Marko Dugandzic, striker jangkung asal Kroasia

Marko Dugandzic saat diperkenalkan oleh manajamen Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc) Marko Dugandzic memiliki tinggi badan 190cm (centimeter) yang sangat ideal untuk bertarung bola-bola atas. Ia mengawali karier profesionalnya bersama tim muda NK Osijek pada musim 2009/2010, sebelum promosi ke tim utama pada 2012/2013. Setelah itu, perjalanan kariernya cukup panjang. Sempat dipinjamkan ke Ternana di Serie B Italia, kembali ke Osijek, lalu berlabuh ke Matera 1933 pada musim 2017/2018.
Sejak memulai karier profesional pada 2012, Dugandzic tercatat pernah memperkuat klub-klub di Kroasia, Italia, Rumania, Rusia, Bulgaria, Arab Saudi, hingga Korea Selatan. Beberapa klub yang pernah menjadi tempat berlabuh Dugandzic seperti FC Botoșani dan Rapid Bucuresti (Rumania), PFC Sochi (Rusia), Al Tai FC (Arab Saudi), FC Seoul (Korea Selatan), hingga terakhir di Levski Sofia (Bulgaria) sebelum menyeberang ke Indonesia. Nantinya, ia akan mengenakan nomor punggung 45 di Bali United.
2. Prestasi dan statistik yang dibawa sebelum gabung Bali United

Marko Dugandzic saat diperkenalkan oleh manajamen Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc) Bali United merekrut Dugandzic bukan tanpa alasan. Rekam jejaknya bukan kaleng-kaleng. Ia pernah keluar sebagai top skor SuperLiga, kompetisi kasta tertinggi Liga Rumania 2022/2023 bersama Rapid Bucuresti (FC Rapid 1923). Pencapaian ini membuat namanya sempat diincar klub-klub di Indonesia.
Saat itu, Dugandzic mencatatkan lebih dari 20 gol dalam semusim, angka yang tergolong sangat produktif untuk ukuran seorang striker asing di kompetisi Eropa. Dugandzic pernah terdadftar sebagai pemain Timnas Kroasia usia muda, U16, U18, U19, dan U21. Pengalamannya melintasi berbagai liga di Eropa dan Asia inilah yang membuat manajemen Bali United yakin merekrutnya, meski usianya sudah masuk kepala tiga.
3. Bakal duet dengan dua striker, atau tetap satu ujung tombak?

Jort van der Sande saat diperkenalkan oleh manajamen Bali United. (Instagram.com/baliunitedfc) Kedatangan Dugandzic otomatis menambah opsi di lini depan Bali United yang sebelumnya sudah diisi Jens Raven dan Jort Van der Sande. Pertanyaannya, apakah Johnny Jansen akan mengubah skema jadi dua striker, atau tetap bertahan dengan penyerang tunggal?
Melihat gaya main Jansen yang mengusung filosofi Eredivisie dengan build up rapi dari lini belakang, skema satu striker murni plus dua winger atau gelandang serang, kemungkinan masih jadi opsi utama. Mengingat itu yang selama ini diterapkan dengan memasang Jort Van der Sande atau Jens Raven sebagai ujung tombak. Namun, bukan tidak mungkin Johnny Jansen memasang dua striker.
Selain kebutuhan rotasi di kompetisi yang panjang, menggunakan dua striker diperlukan saat menghadapi tim yang bermain bertahan atau ketika butuh gol cepat di sisa laga. Kedalaman skuad lini depan akan terjaga dengan baik, terutama saat ada penyerang yang sedang tidak dalam performa terbaik, cedera, atau terkena larangan bermain. Rotasi dan kombinasi di lini depan ini semakin fleksibel.
4. Ferrari Cedera, kenapa yang didatangkan justru penyerang?

Joao Ferrari (merah) saat mendapatkan hukuman kartu kuning. (Instagram.com/baliunitedfc) Bagian paling menarik dari kedatangan Dugandzic menjelang penutupan bursa transfer pemain ini adalah kosongnya lini belakang Serdadu Tridatu. Bali United harus rela kehilangan palang tembok tangguhnya, Joao Ferrari, yang mengalami cedera lutut kanan parah pada sesi latihan. Hal ini membuat bek asal Brasil harus menepi dengan waktu lama dan terpaksa dicoret dari skuad.
Namun yang jadi sorotan, alih-alih mendatangkan bek pengganti, manajemen justru memilih merekrut penyerang. Dikutip dari Baliutd.com, CEO Bali United, Yabes Tanuri, menjelaskan bahwa perekrutan Dugandzic murni untuk memperkuat kedalaman skuad usai berkoordinasi dengan pelatih. Keputusan ini membuka kemungkinan adanya pergeseran posisi di lini belakang Bali United.
Beberapa skenario yang bisa terjadi seperti pemain lokal atau pemain asing di posisi lain digeser untuk menambal lubang yang ditinggalkan Ferrari. Bisa juga formasi bertahan disesuaikan dari empat bek menjadi tiga bek dengan bantuan wing back. Tapi yang jelas, tanpa Ferrari dalam waktu lama, publik Bali United patut menanti bagaimana Johnny Jansen meracik ulang lini pertahanannya.
Marko Dugandzic termasuk pemain asing di Super League 2026/2027 yang baru pertama kali merumput di Indonesia. Sangat menarik menantikan debut pemain asal Kroasia ini, apakah langsung bisa nyetel dengan gaya permainan Johnny Janses, atau masih perlu adaptasi di beberapa laga ke depan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















