4 Atlet Bali Berprestasi di Asian Games 2026, Siapa Mereka?

- Empat atlet Bali meraih medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya: Cok Istri Agung Sanistyarani dan Sayu Bella Sukma Dewi mendapat perunggu, I Made Pajar Ariyana perak, serta Desak Made Rita Kusuma Dewi emas.
- Karateka Coki merebut perunggu kumite 55 kg putri setelah menang 7-3 atas Marissa Hafezan, menambah koleksi perunggunya di Asian Games setelah edisi 2018.
- Rita mempertahankan emas speed putri usai mengalahkan Deng Lijuan, sementara Sayu meraih perunggu debut XCO dan Pajar membawa perak shortboard putra pada debutnya.
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sudah berakhir. Namun, ajang empat tahunan ini menjadi panggung bagi para atlet Bali.
Empat atlet asal Bali berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali di Asian Games 2026 Aichhi-Nagoya. Mereka adalah Cok Istri Agung Sanistyarani, Sayu Bella Sukma Dewi, I Made Pajar Ariyana, dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Seperti apakah kiprah mereka?
1. Cok Istri Agung Sanistyarani, karateka Klungkung peraih perunggu

Coki memperlihatkan medali perunggu yang diraih di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/choki_ucil) Namanya Cok Istri Agung Sanistyarani, akrab dipanggil Coki. Ia menang 7-3 atas Marissa Hafezan dari Singapura di kumite 55 kg putri di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Kemenangan ini membuatnya berhasil membawa pulang medali perunggu pada 22 September 2026.
Ini bukan kali pertama Coki bersinar. Atlet kelahiran Kabupatrn Klungkung ini jadi karateka Bali pertama yang meraih emas SEA Games, yaitu saat Kuala Lumpur 2017. Total koleksinya di SEA Games sudah dua emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Ia sudah empat kali tampil dan dua kali membawa pulang perunggu (2018 dan 2026) di asian Games. Di level nasional, Coki juga hattrick emas PON untuk kontingen Bali pada 2016, 2021, dan 2024.
2. Sayu Bella Sukma Dewi, pembalap sepeda gunung yang debut di Asian Games 2026

Sayu Bella Sukma Dewi saat naik podium Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. (Instagram.com/icf_community) Sayu Bella Sukma Dewi lahir di Kota Denpasar pada 2003. Ia terdaftar sebagai mahasiswi Undiksha, Singaraja. Sayu turun di nomor cross-country (XCO) putri Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, dan ini menjadi debutnya di ajang empat tahunan tersebut. Walaupun sempat memimpin di putaran pembuka, ia akhirnya finis ketiga, dan berhasil meraih medali perunggu yang menjadi medali pertamanya di Asian Games.
Sebelumnya, Sayu sempat mencuri perhatian di SEA Games 2023 Kamboja dengan meraih dua medali emas, yaitu XCO putri dan estafet campuran. Emas itu sekaligus mengakhiri paceklik emas Indonesia di nomor tersebut selama satu dekade. Di PON XXI 2024, ia juga sukses menyumbang emas pertama untuk kontingen Bali. Kini Sayu memperkuat tim profesional Jepang, Asia Union TCS Racing Team.
3. I Made Pajar Ariyana, peselancar Serangan yang berhasil meraih medali perak

I Made Pajar Ariyana (kanan) saat mengikuti suatu kompetisi. (Instagram.com/pajar_ariyanaa) Pajar lahir di Serangan, Kota Denpasar, pada 2004 dan sudah main ombak sejak umur enam tahun. Sebelumnya, ia sempat bercita-cita jadi pemain sepak bola, tapi atas arahan ayahnya, ia kemudian memilih surfing. Pajar aktif mengikuti kompetisi sejak usia tujuh tahun.
Pajar berhasil lolos ke Asian Games 2026 dan ini menjadi ajang debutnya di ajang multievent tingkat Asia tersebut. Walaupun debut, ia berhasil meraih medali perak shortboard putra. Ia menyingkirkan Wu Shindong (China) di perempat final dan Jayuard Alciso (Filipina) di semifinal. Di final, ia harus mengaku kalah dari peselancar tuan rumah, Kanoa Igarashi.
Medali ini juga jadi medali pertama Indonesia dari cabang selancar di Asian Games kali ini. Sebelumnya, Pajar berhasil meraih juara WSL QS 2000 Manokwari Pro 2025 dan meraih emas Asian Surfing Championships 2024. Targetnya sekarang adalah tiket Olimpiade lewat babak kualifikasi pada November 2016 di Peru.
4. Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet Buleleng yang berhasil meraih medali emas

Desak Made Rita (putih) saat bertanding di Piala Dunia Panjat Tebing (IFSC World Cup) 2023. (Instagram.com/desakmaderita01) Rita merupakan atlet panjat tebing asal Buleleng, kelahiran 2001. Ia mulai menyukai panjat tebing sejak kelas 2 SD karena terinspirasi bibinya yang juga atlet di kota kelahirannya. Ia berhasil meraih medali emasi di nomor speed putri Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Rita unggul tipis dari atlet asal China, Deng Lijuan.
Emas ini menjadi emas keduanya di Asian Games, setelah Asian Games 2022 Hangzhou. Perjalanannya mempertahankan medali emasi di Asian Games tidaklah mulus. Di babak kualifikasi, ia cuma finis ketiga, dan di final sempat tertinggal di awal sebelum melesat di tengah lintasan.
Emasnya jadi emas keempat dan melengkapi target empat emas kontingen Indonesia. Sebelumnya, Rita menjadi pemanjat tebing Indonesia pertama yang lolos Olimpiade yaitu pada saat Olimpiade 2024 Paris. Kini, dirinya sedang mempersiapkan untuk mengikuti babak kualifikasi ke Olimpiade 2028 Los Angeles.
Empat atlet asal Bali yang berhasil meraih medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya seolah membuktikan bahwa atlet asal Bali cukup disegani. Tidak hanya level nasional, namun hingga internasional. Kalau kamu, siapa atlet favoritmu dari empat nama ini? Tulis di kolom komentar, ya!

















