TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Legenda Atlet Indonesia, Ada yang Jadi Satpam

Juara di masa muda, meredup di usia tua

Ellyas Pical. (instagram.com/ellyas_pical)

Tanggal 9 September 2022 diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (Haornas). Dalam dunia olahraga, Indonesia memiliki segudang atlet yang berhasil berprestasi di tingkat dunia sejak dahulu.

Atlet-atlet ini telah mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di tempat pertandingan. Dalam rangka Haornas kali ini, ada baiknya kita mengenal para legenda-legenda olahraga ini. Berikut deretan legenda atlet Indonesia.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Bali United September 2022

Baca Juga: Sejarah Sambo, Bela diri Jatuhkan Lawan Tanpa Senjata

1. Ellyas Pical

Ellyas Pical. (instagram.com/ellyas_pical)

Petinju legendaris Indonesia ini memiliki julukan "The Exocet", karena pukulan tangan kirinya yang keras dan cepat seperti rudal buatan erancis pada zaman itu. Ellyas Pical berhasil menjadi juara tinju dunia pertama dari Indonesia, dan pernah menjadi juara kelas Super Flyweight IBF sebanyak tiga kali pada tahun 1985 hingga 1989.

Pertandingan paling monumental petinju kelahiran 24 Maret 1960 ini adalah melawan petinju Korea Selatan, Ju Do Chun, pemegang gelar juara dunia kelas bantam junior versi IBF. Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Ellyas Pical dan memastikan dirinya menjadi juara dunia.

Ellyas Pical memiliki rekor pertandingan 20 kemenangan, masing-masing 11 di antaranya melalui TKO, lima kali kalah, dan satu kali imbang dengan jumlah total pertandingan sebanyak 26 pertandingan.

Setelah pensiun dari dunia tinju, Ellyas Pical menjadi satpam di sebuah diskotik. Ia bahkan pernah terjerat kasus narkoba pada tahun 2005.

2. Tjetjep Heriyana

Siapa sangka Indonesia pernah memiliki seorang juara dunia MotoGP ketika masih bernama Grand Prix atau GP. Ia adalah Tjetjep Heriyana, seorang pebalap Indonesia yang cukup disegani pada era 70-an.

Ia tercatat pernah menjadi juara 3 GP Macau pada tahun 1970. Selain itu juga pernah menjadi juara GP Malaysia untuk kelas 125cc pada tahun 1972. Tjetjep harus pensiun dini dari dunia GP karena mengalami kecelakaan di GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1974.

Nama Tjetjep kembali ramai diperbincangkan setelah ia mendapatkan hadiah tiket menonton MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan hadiah tiket tersebut sebagai penghargaan Tjetjep yang pernah mengharumkan Indonesia di kancah internasional.

3. Rudi Hartono Kurniawan

Rudi Hartono saat bertanding melawan Punch Gunalan Final All England 1974. (YouTube.com/AllEnglandBadminton)

Kalau nama yang satu ini pasti sudah pada kenal. Rudi Hartono Kurniawan adalah legenda bulutangkis di Indonesia. Pebulutangkis kelahiran 18 Agustus 1949 ini pernah mencatatkan namanya dalam Guiness Book of World Record sebagai pemegang rekor juara terbanyak di turnamen ALL England, yaitu delapan kali selama 1968 hingga 1976.

Selain All England, ia bersama tim Thomas Cup berhasil membawa pulang Piala Thomas ke Indonesia sebanyak empat kali berturut-turut. Kehidupannya kini sibuk mengurus beberapa bisnisnya seperti sapi perah di Sukabumi, dan agen resmi sejumlah merek peralatan olahraga terkenal.

4. Nanik Yuliati Suwaji

Nanik Yuliati Suwaji (kanan). (instagram.com/pbprsi)

Nama Nanik Yuliati Suwaji terasa kurang populer di mata masyarakat Indonesia saat ini. Padahal, perenang kelahiran 10 Juli 1956 ini sempat dijuluki "Ratu Renang Asia Tenggara" lho.

Ia tercatat meraih 10 medali emas di dua ajang multievent SEA Games, yaitu pada tahun 1976 dan 1981. Selain itu, ia juga tercatat memecahkan 12 rekor internasional sepanjang tahun 1977 hingga 1979.

Verified Writer

Ari Budiadnyana

Menulis dengan senang hati

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya