Imbas Mata Bocah di Gianyar Kena Spiritus, Polisi Sita Meriam Paralon

Suara keras dari meriam pipa dianggap mengganggu kenyamanan

Gianyar, IDN Times- Jajaran kepolisian dari Polsek Payangan, Kabupaten Gianyar, menggencarkan razia meriam paralon. Para Selasa (21/12/2022), belasan meriam paralon disita dari warga. 

Razia ini juga buntut dari peristiwa seorang anak berusia 10 tahun di Kecamatan Payangan, yang dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah karena matanya terkena percikan spiritus saat memainkan meriam paralon.

Selain itu, melalui razia ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan ke warga, termasuk ke wisatawan. Suara ledakan dari meriam paralon sangat menganggu kenyamanan.

Baca Juga: Manajer Koperasi di Gianyar Gelapkan Uang Rp5,4 Miliar Buat Beli Rumah 

1. Anak 10 tahun terkena percikan spiritus saat bermain meriam paralon

Imbas Mata Bocah  di Gianyar Kena Spiritus, Polisi Sita Meriam ParalonPolisi saat menyambangi rumah bocah yang matanya terkena spiritus saat bermain meriam paralon.(Dok. IDN Times/Polsek Payangan)

Menjelang Tahun Baru, anak-anak di Kecamatan Payangan banyak yang bermain meriam paralon. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang anak asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan, berinisial I Wayan M (10), harus dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar karena matanya terkena spiritus saat bermain meriam paralon.

"Korban sudah mendapatkan perawatan karena matanya terkena cairan (spiritus) dari meriam paralon," ujar Kapolsek Payangan, AKP Putu Agus Ady Wijaya, Selasa (21/12/2022).

Mata kanan korban Wayan M sampai bengkak karena persitiwa itu. Ia tetap harus kontrol rutin ke RSUP Prof Ngoerah untuk menyembuhkan kondisi penglihatannya.

"Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Kami imbau kepada orangtua atau masyarakat setempat agar mengawasi anak-anaknya dalam bermain," imbau Putu Agus Ady Wijaya.

2. Gencarkan razia, sita belasan meriam paralon

Imbas Mata Bocah  di Gianyar Kena Spiritus, Polisi Sita Meriam ParalonPolisi sita belasan meriam paralon. (Dok. IDN Times/Polsek Payangan)

Pascakejadian itu, jajaran Polsek Payangan menggencarkan razia meriam paralon. Petugas kepolisian turun ke desa-desa untuk mencari warga yang membunyikan meriam paralon.

Hasil dari razia itu, dalam sehari polisi mengamankan belasan meriam paralon dari warga yang sebagian besar merupakan anak-anak. Polisi juga memberikan pengertian kepada warga terkait bahaya dari bermain meriam paralon ke anak-anak.

"Ada anak kecil kena meriam paralon ini. Kita cegah jangan sampai terjadi lagi," jelas Putu Agus Adi Wijaya.

Permainan meriam paralon ini biasanya marak dimainkan oleh anak-anak menjelang Tahun Baru.

3. Suara letupan bisa menganggu kenyamanan dan ketentraman

Imbas Mata Bocah  di Gianyar Kena Spiritus, Polisi Sita Meriam ParalonIlustrasi petasan. IDN Times/Ahmad Mustaqim

Kapolsek Payangan, AKP Putu Agus Ady Wijaya, mengungkapkan selain berbahaya saat dimainkan, suara letupan meriam paralon ini dianggap sangat menganggu kenyamanan dan ketentraman warga. Peristiwa itu juga kerap menjadi keluhan warga.

Apalagi saat ini pariwisata di wilayah Kecamatan Payangan kembali menggeliat. Suara letupan meriam paralon bisa mengganggu kenyamanan wisatawan yang menginap di wilayah Payangan. Demikian halnya suara keras meriam pipa, dapat membuat kaget para pengendara di jalan sehingga bisa memicu terjadi kecelakaan.

Topik:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya