Rumah Terbakar di Jembrana, Diketahui Warga yang Hendak ke Pasar

- Sebuah rumah milik Ni Luh Sri Budi di Kelurahan Baler Bale Agung, Jembrana, terbakar hebat pada Kamis dini hari dan diduga disebabkan korsleting listrik.
- Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.00 Wita, lalu tim Damkar Jembrana segera datang dengan empat unit armada untuk memadamkan api selama sekitar satu jam.
- Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta akibat hangusnya bangunan dan sejumlah barang berharga milik korban.
Jembrana, IDN Times – Nasib malang menimpa Ni Luh Sri Budi (55), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Baler Bale Agung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Rumah tinggalnya ludes dilalap si jago merah, pada Kamis (5/3/2026) dini hari. Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana, Kadek Rita Budhi Atmaja, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa laporan diterima sekitar pukul 04.00 Wita, dan tim langsung bergerak cepat ke lokasi.
1. Kebakaran diketahui warga yang hendak ke pasar

Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang hendak berangkat ke pasar sekitar pukul 04.00 Wita. Ia melihat api sudah berkobar di rumah milik Ni Luh Sri Budi. Saksi kaget dan berteriak histeris hingga membangunkan pemilik rumah dan warga sekitar.
Saat kejadian, rumah tersebut diketahui dalam keadaan kosong. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum melapor ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang diteruskan ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana.
"Regu I Damkar yang sedang siaga langsung menuju ke TKP guna melakukan pemadaman," ujar Kadek Rita Budhi Atmaja.
2. Sebanyak empat unit armada dikerahkan untuk menjinakkan api

Proses pemadaman berlangsung cukup intensif sekitar satu jam. Pihak Damkar mengerahkan empat unit armada sekaligus. Setidaknya 13.000 liter air dihabiskan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
"Api berhasil dikuasai sepenuhnya setelah penanganan selama kurang lebih satu jam," tambahnya.
3. Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp100 juta

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiel yang dialami korban tergolong besar. Satu kamar pada bangunan rumah seluas 5x8m (meter) terbakar. Selain bangunan, sejumlah barang berharga milik korban turut terbakar. Yaitu 2 unit sepeda motor, 2 unit mesin jahit, 1 unit TV dan lemari pakaian, serta 1 buah lemari kaca tempat perabotan sembahyang. Total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
"Hingga saat ini, penyebab kebakaran diduga akibat adanya hubungan pendek arus listrik atau korsleting," pungkasnya.











![[QUIZ] Uji Pengetahuanmu Tentang Nyepi dan Catur Brata Penyepian](https://image.idntimes.com/post/20220228/faktanyepi2-c7c8a956c08d5240d23a9803c984bd4e-0770ac710ea9a1d105503075b6fd2dde.jpg)






