Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Digubris Pemda, Warga Tabanan Secara Swadaya Menyemen Jalan Raya

Belum Digubris Pemda, Warga Tabanan Secara Swadaya Menyemen Jalan Raya
Warga di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri melakukan penambalan jalan secara swadaya, Kamis (5/3/3036) (Dok.IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
5W1H
  • Warga Banjar Kebon, Tabanan, bergotong royong menambal jalan berlubang dengan semen seadanya untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kelancaran aktivitas industri genteng.
  • Sebelumnya warga sudah dua kali mengajukan perbaikan ke Pemkab Tabanan, namun belum ditindaklanjuti sehingga mereka mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara mandiri.
  • Pemkab Tabanan sempat menambal jalan pada akhir 2025 dan memastikan pemeliharaan lanjutan ruas Kediri–Belalang masuk program tahun 2026 yang kini masih tahap pengadaan bahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDN Times - Lubang di ruas jalan Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri. Kabupaten Tabanan menyebabkan warga khawatir. Bagaimana tidak, lubang yang ada di jalan tersebut kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas karena cukup dalam.

Untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, warga setempat akhirnya melakukan aksi tambal sulam secara swadaya, pada Kamis (5/3/2026). Mereka menggunakan material berupa semen untuk menutupi lubang tersebut dan dikerjakan secara gotong royong.

1. Warga menyumbang semen dan tenaga

IMG-20260305-WA0022.jpg
Warga di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri melakukan penambalan jalan secara swadaya, Kamis (5/3/3036) (Dok.IDN Times/Istimewa)

Warga Banjar Kebon, Wayan Widiasa, mengaku di ruas jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan karena ada lubang yang cukup dalam. Banjar Kebon merupakan sentra industri kerajinan genteng. Sehingga mobilitas kendaraan pengangkut material maupun hasil produksi cukup tinggi di wilayah tersebut. Tentunya ada lubang di jalan cukup menganggu aktivitas tersebut.

Menyikapi kondisi ini, warga akhirnya sepakat melakukan perbaikan secara mandiri. Proses tambal sulam dilakukan menggunakan semen seadanya, yang merupakan hasil sumbangan warga setempat.

Meski demikian, warga menyadari perbaikan yang dilakukan secara swadaya ini tidak akan bertahan lama, terlebih di tengah musim hujan. Namun langkah tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Perbaikan jalan ini mendesak bagi kami, terutama untuk kelancaran pengiriman genteng,” ujar Widiasa, Kamis (5/3/2026).

2. Warga setempat dua kali mengajukan perbaikan jalan ke Pemkab Tabanan

IMG-20260305-WA0018.jpg
Warga di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri melakukan penambalan jalan secara swadaya, Kamis (5/3/3036) (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Warga setempat sudah dua kali mengajukan permohonan perbaikan jalan kepada pemerintah daerah (pemda). Namun belum ada tindak lanjut, sehingga warga berinisiatif memperbaiki jalan tersebut semampunya.

Kelian Dinas Banjar Kebon, Agus Krisna Amertha Yoga, membenarkan pihaknya bersama warga melakukan aksi tambal sulam jalan rusak tersebut. Selain karena sering memicu kecelakaan, perbaikan sementara juga dilakukan karena warga akan segera melaksanakan upacara Melasti menjelang Hari Raya Nyepi.

"Oleh karena jalan belum diperbaiki menjelang Melasti, warga berinisiatif menambal jalan berlubang,” ujarnya.

3. Jalan sempat ditambal Pemkab Tabanan pada akhir 2025

IMG-20260305-WA0021.jpg
Warga di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri melakukan penambalan jalan secara swadaya, Kamis (5/3/3036). (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabanan, I Gede Partana, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa perbaikan pada ruas jalan tersebut pernah dilakukan sebatas penambalan pada jalan berlubang dengan memanfaatkan sisa bahan yang tersedia di akhir 2025.

Namun pihaknya memastikan untuk pemeliharaan lanjutan pada ruas jalan Kediri–Belalang tersebut sudah masuk dalam program kegiatan tahun 2026, dan saat ini masih dalam proses pengadaan bahan.

“Di akhir tahun 2025 sempat dilakukan penambalan menggunakan sisa bahan yang ada. Untuk progres pemeliharaan ruas Kediri–Belalang ini sudah masuk program tahun 2026, dan saat ini masih proses pengadaan bahan,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More