Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wamen Kependudukan Puji Peed Aya Kabupaten Badung Libatkan Seniman Disabilitas
Seniman disabilitas fisik dari Kabupaten Badung unjuk kelincahan menari di pawai atau peed aya Pesta Kesenian Bali ke-48. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kabupaten Badung melibatkan seniman disabilitas dalam pawai pembukaan PKB ke-48, mendapat apresiasi dari Wamen Kependudukan karena menunjukkan inklusivitas dalam pelestarian budaya Bali.
  • Bupati Badung menegaskan dukungan bagi masyarakat difabel dengan bantuan rutin dan ruang berekspresi di bidang seni, sementara pawai menampilkan detail busana serta tarian khas daerah.
  • PKB telah enam tahun berturut-turut masuk Karisma Event Nusantara, mencatat 1,6 juta pengunjung tahun lalu dan ditargetkan meningkat sebagai magnet wisata budaya Bali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kabupaten Badung melibatkan seniman disabilitas fisik dalam pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48, menampilkan tarian tradisional dengan penari berkursi roda di Denpasar.
  • Who?
    Seniman disabilitas dari Kabupaten Badung, Wakil Menteri Kependudukan Isyana Bagoes Oka, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta perwakilan kabupaten Tabanan dan Gianyar turut berpartisipasi.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Kota Denpasar, sebagai bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali ke-48.
  • When?
    Pawai pembukaan dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, bersamaan dengan dimulainya rangkaian kegiatan tahunan Pesta Kesenian Bali.
  • Why?
    Inisiatif ini bertujuan memberi ruang bagi masyarakat disabilitas untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya Bali dan menunjukkan inklusivitas dalam kegiatan kesenian daerah.
  • How?
    Tiga penari disabilitas tampil menggunakan kursi roda dengan busana tari tradisional seperti Tari Condong dan Tari Baris. Pemerintah daerah mendukung melalui kebijakan bantuan rutin bagi masyarakat difabel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Kabupaten Badung melibatkan seniman disabilitas fisik dalam peed aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48, Sabtu (13/6/2026). Tiga orang yang duduk di kursi rodanya masing-masing bergerak dengan jemari dan ekspresi enerjik.

Dua di antaranya mengenakan pakaian tarian condong. Sementara itu, satu penari laki-laki berkursi roda mengenakan busana Tari Baris.

Wakil Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana/BKKBN, Isyana Bagoes Oka, mengapresiasi inisiatif Badung melibatkan kelompok disabilitas dalam upaya pelestarian budaya Bali.

“Ini juga memperlihatkan bagaimanapun kondisi kita, kita semua dapat terlibat, disabilitas, nondisabilitas bisa terlibat semua tidak ada yang tertinggal melestarikan budaya terutama budaya Bali,” ujar Isyana di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Kota Denpasar.

1. Memberikan ruang untuk kelompok disabilitas

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (IDN Times/Yuko Utami)

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang ditemui usai pawai, mengatakan inisiatif keterlibatan kelompok disabilitas adalah ide multipihak. 

“Ide kita semua ya kalau kita lihat kebijakan kami sangat tidak membedakan dengan masyarakat difabel. Buktinya masyarakat difabel kami bantu Rp1 juta sebulan,” kata Arnawa kepada IDN Times.

Ia menambahkan, sudah seharusnya menyediakan ruang untuk masyarakat dengan disabilitas. Apalagi minat berkesenian masyarakat dengan disabilitas di Badung cukup tinggi.

“Yang jelas masyarakat difabel juga suka, jadi diberikan ruang buat mereka,” imbuhnya.

Pawai dari Kabupaten Badung juga fokus menunjukkan sisi detail busana, properti, dan gerak tari. Tari Rejang Sutri hadir dengan nuansa seragam penari dari dedaunan hijau dan cokelat muda dengan detail anyaman rumit.

2. Garapan pawai Badung, Tabanan, hingga Gianyar

Garapan pawai atau peed aya Kabupaten Gianyar. (IDN Times/Yuko Utami)

Badung melanjutkan dengan garapan pamungkas Tari Kreasi Dewa Ruci. Tarian ini menunjukkan kreasi simbol samudra dan lautan. Ada juga ogoh-ogoh yang membuat suasana pawai PKB seperti pengrupukan, sehari sebelum Nyepi mengarak ogoh-ogoh.

Adapun Kabupaten Tabanan hadir dengan garapan terinspirasi program Keluarga Berencana (KB) Bali, satu keluarga ada empat orang anak. Tabanan juga mempersembahkan Tari Okokan yang digunakan dalam upacara pertanian dan harapan berkah. Okokan adalah lonceng sapi berukuran besar.

Gianyar dengan inspirasi dari Tampak Siring mengangkat sumber mata air sebagai sumber penciptaan tarian. Gong Suling dengan instrumen bambu mengiringi Tari Sasmita Surud Ayu. Tampak Siring sendir terkenal dengan sumber mata air, sekaligus menjadi sumber pelukatan atau air penyucian diri di Tirta Empul. 

3. PKB 6 tahun berturut-turut masuk KEN, target pengunjung lebih dari 1,6 juta

Potret seniman dan masyarakat di pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-46. (IDN Times/Yuko Utami)

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, juga mengapresiasi PKB telah 6 tahun berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

PKB sendiri telah terlaksana selama 48 tahun. Ia menyebutkan tahun lalu ada 1,6 juta pengunjung di PKB dengan perputaran ekonomi hingga Rp17 miliar.

Ia berharap PKB bisa menjadi magnet daya tarik wisatawan di tengah bertepatan masa libur sekolah.

“Jadi kami sangat mengapresiasi dan senang sekali dengan acara ini. Mudah-mudahan kita lihat ke depan ada peningkatan. Target awalnya 1,6 juta wisatawan mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” paparnya.

Editorial Team

Related Article