Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Upacara di Pura Pengubengan, Pendakian Gunung Agung Ditutup Sepekan
Suasana di Pura Pengubengan dengan latar Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Pendakian Gunung Agung ditutup sementara selama sepekan, mulai 26 Juni hingga 2 Juli 2026, karena pelaksanaan rangkaian pujawali di Pura Pengubengan Besakih.
  • Puncak upacara keagamaan akan berlangsung pada 29 Juni 2026, dan masyarakat diminta menghormati kesucian kawasan dengan tidak melakukan pendakian selama periode tersebut.
  • Persiapan pujawali telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembersihan area pura dan pemasangan perlengkapan upacara agar kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
24 Juni 2026

Jro Mangku Nyoman Artawan menyampaikan bahwa surat pemberitahuan penutupan pendakian telah dikirimkan kepada pihak terkait dan mengimbau pendaki mematuhi aturan.

26 Juni 2026

Rangkaian pujawali di Pura Pengubengan Besakih dimulai. Pada hari yang sama, jalur pendakian Gunung Agung resmi ditutup selama sepekan.

29 Juni 2026

Puncak pelaksanaan upacara pujawali digelar di Pura Pengubengan Besakih.

2 Juli 2026

Hari terakhir masa penutupan jalur pendakian Gunung Agung sesuai jadwal yang diumumkan pihak pura.

3 Juli 2026

Pendaki kembali diperbolehkan melakukan aktivitas pendakian setelah seluruh rangkaian upacara selesai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Agung ditutup sementara selama sepekan karena pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan atau pujawali di Pura Pengubengan, kawasan Besakih.
  • Who?
    Penutupan disampaikan oleh Pemucuk Pura Pengubengan Besakih, Jro Mangku Nyoman Artawan, kepada komunitas pendaki, forum pendakian Provinsi Bali, dan agen perjalanan.
  • Where?
    Penutupan berlaku di jalur pendakian menuju Gunung Agung yang berada di wilayah Karangasem, Bali, dengan pusat kegiatan keagamaan di Pura Pengubengan Besakih.
  • When?
    Kebijakan penutupan berlangsung mulai Jumat, 26 Juni 2026 hingga Kamis, 2 Juli 2026. Pendakian dibuka kembali pada Jumat, 3 Juli 2026 setelah upacara selesai.
  • Why?
    Pendakian ditutup untuk menjaga kesucian kawasan karena selama rangkaian pujawali berlangsung Ida Bhatara berstana di Pura Pengubengan dan masyarakat diminta menghormati prosesi tersebut.
  • How?
    Pihak pura telah mengirim surat pemberitahuan resmi kepada pihak terkait dan mengimbau agar para pendaki menunda aktivitas serta tidak menggunakan jalur alternatif selama masa penutupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gunung Agung sekarang ditutup dulu buat orang yang mau naik. Ada upacara besar di Pura Pengubengan Besakih. Upacaranya mulai tanggal 26 Juni sampai 2 Juli, dan puncaknya tanggal 29 Juni. Bapak Jro Mangku Nyoman bilang pendaki jangan naik dulu supaya tempatnya tetap suci. Nanti boleh naik lagi setelah upacara selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penutupan sementara jalur pendakian Gunung Agung menunjukkan adanya penghormatan mendalam terhadap pelaksanaan pujawali di Pura Pengubengan Besakih. Langkah ini mencerminkan koordinasi yang baik antara pihak pura, komunitas pendaki, dan lembaga terkait untuk menjaga kesucian kawasan serta memastikan upacara berlangsung tertib, aman, dan penuh makna spiritual bagi masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times - Aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Agung di Karangasem akan dihentikan selama sepekan. Penutupan ini terkait pelaksanaan rangkaian pujawali atau upacara keagamaan di Pura Pengubengan, kawasan Besakih.

Penutupan jalur pendakian berlaku mulai Jumat (26/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026). Pendaki baru diperbolehkan kembali melakukan aktivitas pendakian setelah rangkaian upacara selesai, yakni mulai Jumat (3/7/2026).

Pemucuk Pura Pengubengan Besakih, Jro Mangku Nyoman Artawan menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada sejumlah pihak. Termasuk forum pendakian tingkat Provinsi Bali, komunitas pendaki lokal Karangasem, hingga agen perjalanan.

“Surat pemberitahuan sudah kami kirimkan sejak beberapa waktu lalu. Kami berharap para pendaki bisa mematuhi aturan dan tidak melakukan pendakian selama penutupan berlangsung,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

1. Puncak upacara agama di Pira Pengubengan digelar 29 Juni

Suasana di Pura Pengubengan dengan latar Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Rangkaian pujawali di Pura Pengubengan Besakih sebenarnya sudah mulai berlangsung sejak Jumat (26/6/2026). Sementara puncak pelaksanaan upacara akan digelar, Senin (29/6/2026).

Menurut Artawan, penutupan pendakian dilakukan karena selama rangkaian upacara berlangsung, Ida Bhatara telah berstana di Pura Pengubengan. Karena itu, masyarakat maupun pendaki diminta ikut menjaga kesucian kawasan tersebut.

“Kami mengimbau agar tidak ada yang nekat melakukan pendakian. Mari saling menghormati dan menjaga kelancaran pelaksanaan pujawali,” katanya.

2. Pendaki diminta tunda aktivitas ke Gunung Agung

panorama Gunung Agung di Kabupaten Karangasem (dok.pribadi/Natalia Indah)

Selama masa penutupan, seluruh aktivitas pendakian menuju Gunung Agung diharapkan dihentikan sementara. Pihak pura juga mengingatkan agar pendaki tidak mengambil jalur alternatif untuk menghindari aturan tersebut.

Artawan berharap, seluruh pihak dapat memahami kebijakan ini demi menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan keagamaan di kawasan Besakih.

3. Persiapan pujawali telah dilakukan

Suasana di Pura Pengubengan dengan latar Gunung Agung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Persiapan pelaksanaan pujawali di Pura Pengubengan Besakih telah dilakukan, mulai dari pembersihan area pura, pemasangan wastra, hingga berbagai kebutuhan upacara lainnya.

Panitia berharap, seluruh rangkaian pujawali dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya gangguan.

“Semoga pelaksanaan pujawali berjalan baik dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Artawan.

Editorial Team

Related Article