Mahasiswa Universitas Airlangga dalam Liga Debat Mahasiswa 2025 IDN Times. (IDN Times/Abidin)
Dalam debat kali ini, Unair sebagai Tim Pro yang diwakili oleh tiga mahasiswa Fisip di antaranya Irfan Ahmad Yasin, Muhammad Irham Arrasyid dan Abdullah Abimanyu Harahap. Menurut Ketua Tim, Irfan, ada keterkaitan antara CSR dan SDGs. CSR sangat penting karena bukan hanya baik untuk masyarakat, tetapi juga bagian strategi bisnis itu sendiri. Perusahaan yang aktif melakukan CSR akan memperoleh kepercayaan publik, meningkatkan kepercayaan publik, juga reputasi merek, dan memperkuat loyalitas pelanggan.
"Lebih dari itu CSR dapat menjadi alat mitigasi risiko lingkungan serta mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan. Dengan kata lain, CSR bukan beban bagi perusahaan tetapi bisa menjadi investasi jangka panjang," terangnya.
Bagaimana jika perusahaan tidak melakukan CSR atau tidak memberikan tanggung jawab sosialnya? Perusahaan akan menghadapi konsekuensi serius dan dicap hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memberikan dampak positif yang nyata.
Abdullah Abimanyu Harahap menambahkan, hari ini perusahaan atau swasta atau BUMN memegang peran secara sentral yang membentuk arah pertumbuhan ekonomi. Namun tidak bisa ditutupi, juga ada dampak negatif ke lingkungan dan sosial masyarakat.
"Saat ini ada banyak regulasi untuk memperkuat CSR lebih ketat. Di banyak perusahaan CSR menjadi departemen sendiri yang mengelola dari hulu ke hilir. Ini bisa menyelesaikan masalah pendidikan, lebih dari 60 ribu beasiswa digulirkan misalnya oleh Freeport. Yang paling penting CSR membentuk budaya kemanusian dalam bisnis," ungkapnya.