Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim Damkar Kewalahan Padamkan Api di Nakula, Baru Makan Tadi Pagi
Kebakaran bangunan kembali terjadi di Jalan Nakula, Kota Denpasar, Selasa (1/9/2026) malam. (IDN Times/Ayu Afria)
  • Kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula, Denpasar Barat, meluas sekitar 5 hektare di perbatasan Denpasar-Badung. Dugaan awal, api muncul saat warga memasak air lalu terjadi ledakan.
  • Angin kencang, material mudah terbakar, serta tumpukan sampah setinggi 6–10 meter membuat api cepat merembet dan sulit dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, sementara sekitar 350 warga terdampak masih didata.
  • Sebanyak 20 mobil damkar dan puluhan personel dikerahkan, tetapi pemadaman terkendala minimnya ekskavator besar. Petugas telah bekerja intensif sejak malam dan memperkirakan penanganan dapat berlangsung berhari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Upaya pemadaman kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula Gang Jatayu, Banjar Margaya, Kelurahan pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, pada Selasa (1/9/2026), terus berlanjut.

Tim pemadam kebakaran (damkar) gabungan dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung kewalahan menjinakkan api yang membara di luasan sekitar 5ha (hektare). Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar, I Wayan Karma, mengatakan lokasi kebakaran ini di perbatasan dua wilayah, diperkirakan sekitar 4ha berada di wilayah Kota Denpasar dan sisanya berada di wilayah Kabupaten Badung.

"Menurut informasi dari warga, dia sedang masak air. Ditinggal lama. Akhirnya muncul api. 'Duk' meledak akhirnya. Merembet semua. Sementara masih diselidiki," jelasnya.

1. Angin kencang menyebabkan api merembet cepat

Mobil Damkar Kota Denpasar (IDN Times/Ayu Afria)

Wayan Karma berharap kebakaran ini bisa segera tertangani, karena proses pendinginan pun belum dapat dilakukan. Material di lokasi mudah terbakar, serta eembusan angin menyebabkan api cepat merembet ke bangungan lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, diperkirakan 350 orang terdampak dan masih dalam upaya pendataan.

"Angin kencang ini yang menyebabkan api merembet itu. Karena percikan-percikan api itu menyebar," jelasnya.

Dari pantauan IDN Times di lokasi, tidak semua rumah bedeng dan gudang rongsokan yang terbakar. Pada bagian sudut area ditemukan tumpukan sampah yang menggunung, diduga merupakan TPA. Sampah tersebut terbakar dan menjadi sulit dipadamkan.

2. Pemadaman api terkendala bantuan ekskavator

Kebakaran rumah bedeng dan gudang rongsokan di Denpasar Barat, pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.30 Wita. (IDN Times/Ayu Afria)

Pihaknya menyebut hingga Selasa sore, belum mendapatkan bantuan pinjaman ekskavator untuk membongkar material yang terbakar setinggi 6-10m (meter) di dekat TPA. Upaya mengaliri air dari bawah juga belum membuahkan hasil. Tapi di sela-sela istirahatnya para petugas pemadam kebakaran, Wayan Karma terus melobi Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar agar diizinkan meminjam ekskavator, mengingat kebakaran di lokasi ini sudah darurat. Ia memperkirakan pemadaman kebakaran tersebut akan berlangsung berhari-hari, seperti pemadaman di TPA Suwung.

"Ekskavator gak bisa masuk. Jumlahnya dua unit. Itu pun kami pinjam dari PUPR Kota Denpasar dan Badung tadi pagi. Tapi kewalahan juga. Alatnya kecil. Operatornya juga tidak berani (membongkar tumpukan sampah yang terbakar), panas katanya. Paling tidak kami butuh lima unit yang ukuran besar," jelasnya.

3. Personel pemadam sudah kelelahan

Petugas Damkar sedang beristirahat (IDN Times/Ayu Afria)

Sebanyak 20 unit mobil damkar dikerahkan di antaranya 10 unit dari Damkar Kota Denpasar, dan 10 unit dari Damkar Kabupaten Badung. Dari 10 unit mobil Damkar Kota Denpasar yang diterjunkan, diketahui sebanyak 5 unit mobil Damkar berkapasitas 5000 liter dan dan 5 unit lagi berkapasitas 3000 liter. Kemudian ditambah lagi 2 mobil rescue untuk membantu penanganan di lokasi.

"Dari kemarin itu sudah 20 kali bolak-balik. Sepuluh unit itu," ungkapnya.

Dalam situasi tersebut, masing-masing juga mengirimkan 32 orang personelnya. Pihaknya mengakui personel damkar diforsir untuk menjinakkan api sejak laporan kebakaran terjadi. Anggota hanya meneguk air minum dan baru makan pagi harinya.

"Tadi malam terus terang diforsir, makanya capek sekarang. Kami sebenarnya kasihan dengan petugas kita karena diforsir. Bahkan tadi malam gak sempat kami mikir makan. Ini kan kalau gak padam, kami gak pulang," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article