Ilustrasi kucing kepanasan. (Pixabay.com/Kimulechka)
Langkah pertama, pindahkan kucing ke ruangan yang sejuk dan tenang, misalnya kamar ber-AC atau area yang kena angin kipas angin. Usahakan kamu sendiri tetap tenang, karena kucing yang panik bisa makin stres dan suhu tubuhnya makin naik. Hindari juga mengurungnya di kandang atau tas yang pengap.
Setelah itu, bantu turunkan suhunya pelan-pelan. Usap badannya dengan handuk atau kain yang dibasahi air biasa yang sejuk, terutama di area kaki, perut, dan leher. Jangan pakai es batu atau air yang terlalu dingin dan jangan merendamnya, karena itu malah bikin dia stres dan berisiko memperburuk kondisinya. Sediakan air minum bersih, dan kalau dia enggan minum, kamu bisa meneteskan air sedikit demi sedikit dengan pipet, bukan disemprotkan ke mulut supaya tidak tersedak.
Terakhir, jangan ragu bawa ke dokter hewan atau klinik hewan terdekat, terutama kalau muncul tanda-tanda pada poin keempat. Selama perjalanan, tetap bantu dinginkan tubuhnya dengan kain basah dan nyalakan AC mobil atau buka ventilasi. Untuk pencegahan sehari-hari, jangan tinggalkan kucing di dalam mobil yang diparkir, pastikan dia punya tempat teduh dan air bersih, serta batasi main di luar saat siang yang terik.
Kucing sering disebut hewan yang pandai menyembunyikan rasa tidak nyaman. Jadi, kamu harus peka terhadap perubahan kecil pada kebiasaannya, mulai dari napas, posisi tidur, sampai nafsu makan, adalah kunci untuk menjaga kucing atau anabul tetap nyaman. Kalau ragu apakah itu sekadar gerah atau sudah berbahaya, lebih baik konsultasi ke dokter hewan daripada menebak-nebak.