Tanah Longsor Rusak Pura Manik Tirta, Sejumlah Pelinggih Rusak

- Longsor sebabkan kerugian lebih dari seratus juta
- Tiga pelinggih alami kerusakan parah
- Kemenag akan salurkan bantuan perbaikan pura
Klungkung, IDN Times- Pura Manik Tirta yang berada di Dusun Kawan, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, mengalami kerusakan serius akibat bencana tanah longsor.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak pagi hingga malam hari pada Senin (19/1/2026).
Kondisi pura baru diketahui keesokan paginya setelah warga melakukan pengecekan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa. Menindaklanjuti laporan itu, Perbekel Desa Timuhun, Putu Arsana, langsung turun ke lokasi untuk memastikan dampak bencana.
“Hasil pengecekan menunjukkan ada tiga pelinggih yang rusak cukup parah, yakni Pelinggih Sapta Petala, Pelinggih Ngerurah, serta Taman Beji,” kata Putu Arsana, Selasa (20/1/2025).
1. Longsor sebabkan kerugian lebih dari Rp100 juta

Ia menjelaskan longsoran tanah menimpa area utama pura sehingga menyebabkan kerusakan berat pada bangunan pelinggih. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp100 juta lebih. Pemerintah desa bersama krama setempat kini masih melakukan pembahasan terkait dengan langkah penanganan lanjutan.
Pembersihan material longsor dijadwalkan akan dilaksanakan dalam dua hari ke depan melalui gotong royong warga. “Kami berharap proses penanganan dapat berjalan lancar agar aktivitas persembahyangan di Pura Manik Tirta bisa kembali dilakukan,” ujarnya.
2. Tiga pelinggih alami kerusakan parah

Sementara itu, Tim Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung turut melakukan peninjauan ke lokasi pura terdampak.
Berdasarkan hasil peninjauan, tim mencatat tiga pelinggih utama, yakni Pelinggih Sapta Patala, Pelinggih Angrurah Agung, dan Pelinggih Taman, mengalami kerusakan berat dan dinyatakan tidak dapat difungsikan. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Perwakilan tim, Wayan Winda Kusuma, menyampaikan bahwa akses menuju lokasi pura cukup sulit karena berada di bawah tebing, sehingga menyulitkan rencana penurunan alat berat oleh BPBD.
“Sebagai langkah awal, disepakati pembersihan dilakukan secara manual melalui gotong royong masyarakat sambil menunggu penanganan lanjutan,” jelasnya setelah peninjauan, Selasa (20/1/2025).
3. Kemenag akan salurkan bantuan perbaikan pura

Hingga kini, permohonan bantuan dana untuk perbaikan belum diajukan. Mengingat Piodalan di Pura Manik Tirta dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret 2026, diperlukan penanganan yang terencana dan terkoordinasi.
Dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, direncanakan dukungan awal berupa bantuan dana sekitar Rp50 juta.
“Menjelang wali, akan dilaksanakan upacara pengulapan sebagai bagian dari penyucian pascabencana. Pengempon pura diharapkan segera menyusun proposal bantuan yang memuat tahapan kegiatan, mulai dari pembersihan hingga perbaikan pelinggih,” jelasnya.


















