Tabanan Catat 687 Kasus Diare Sepanjang Januari 2026

- Gejala diare pada anak dan dewasa kurang lebih sama
- Waspada terjadi dehidrasi hingga tinja berdarah
- Pertolongan pertama diare dengan memberikan cairan
Tabanan, IDN Times - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, tercatat 687 kasus diare di bulan Januari 2026. Sebanyak 109 kasus dialami balita sementara 578 kasus dialami rentang usia di atas lima tahun. Diare merupakan salah satu penyakit yang patut diwaspadai dan bisa menginfeksi semua usia. Jika tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, potensi terkena diare menjadi besar terutama pada anak-anak. Apalagi jika anak-anak jajan sembarangan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Wayan Arya Putra Manuaba, mengatakan diare secara umum dikarenakan makanan yang tidak higienis, bersifat iritasi terhadap saluran cerna, berlemak dan pedas. Berikut gejala diare dan kapan harus ke fasilitas kesehatan.
1. Gejala diare pada anak dan dewasa kurang lebih sama

Arya memaparkan dalam penanganan diare, kita harus melihat gejala-gejalanya terlebih dahulu. Hal ini penting terutama jika dialami balita. "Balita terkadang tidak bisa mengekspresikan jika kondisi badannya dengan kata-kata. Jadi penting untuk memahami gejala sebelum dilakukan tindakan," ujar Arya, Rabu (11/2/2026).
Gejala diare pada umumnya adalah buang air besar (BAB) berbentuk encer lebih dari tiga kali sehari. Selain itu juga penderita akan mengalami kram perut, mual, muntah dan demam. "Gejala diare pada anak dan orang dewasa kurang lebih sama. Hanya untuk anak-anak akan disertai rewel," ujarnya.
2. Waspada terjadi dehidrasi hingga tinja berdarah

Hal yang membuat diare berbahaya adalah jika terjadi dehidrasi. Hal ini dikarenakan buang air besar dalam bentuk cair yang sering dalam satu hari membuat tubuh kekurangan cairan. Jika ini tidak diatasi, pasien akan menderita dehidrasi berat. Selain itu buang air besar yang sering bisa juga mengarah ke penyakit disentri. "Untuk disentri ini biasanya akan ada darah di tinjanya," papar Arya.
Arya menjelaskan jika anak-anak sudah tidak mau makan dan minum, mata cekung, BAB seperti air tajin, kekencangan kulit berkurang maka segera bawa ke fasilitas kesehatan. "Cara melihat penderita dehidrasi adalah cubit kulit perutnya. Jika kulit kembali ke posisi semula lebih dua detik atau masih terlihat lipatan kulit maka dipastikan pasien mengalami dehidrasi," jelas Arya.
3. Pertolongan pertama diare dengan memberikan cairan

Penanganan pertama ketika seseorang menderita diare adalah memenuhi kebutuhan cairannya. Menurut Arya fasilitas kesehatan biasanya akan memberikan terapi zinc dan oralit bagi pasien diare. "Pemenuhan cairan bagi pasien diare penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi," kata Arya.
Untuk menghindari infeksi diare, menurut Arya prinsipnya adalah penerapan prilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan dan makanan. "Saat diare hindari konsumsi makanan yang bersifat iritasi terhadap saluran cerna seperi pedas dan berlemak," katanya.

















