Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suasana Mencekam KMP Putri Yasmin Terbakar, Panik Lampu-Mesin Padam
Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok saat berlayar dari Padangbai menuju Lembar, NTB, Rabu (12/8/2026), memicu kepanikan di antara lebih dari seratus penumpang.
  • Asap pekat memenuhi kapal ketika api membesar, disusul padamnya lampu dan berhentinya mesin. Penumpang berupaya menyelamatkan diri, termasuk memakai pelampung dan mencari akses keluar.
  • Sejumlah penumpang terjun ke laut saat kobaran api makin berbahaya; 35 orang dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai. Informasi sementara menyebut satu orang meninggal, sementara penanganan masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (12/8/2026)

KMP Putri Yasmin terbakar di tengah Selat Lombok saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, NTB.

pada awal kejadian

Lampu kapal masih menyala ketika kebakaran terjadi.

Saat api mulai membesar

Agung mencari cara menyelamatkan diri, sempat ingin melompat dari lantai dua, lalu memilih turun melalui tangga sambil membantu membawa seorang anak.

Saat api besar

Lampu kapal padam dan mesin berhenti beroperasi. Asap pekat membuat penumpang semakin panik.

Setelah berhasil turun

Penumpang berusaha menjauh dari sumber api dan mencari perlengkapan keselamatan.

Ketika api semakin berkobar

Sejumlah penumpang, termasuk Agung, terjun ke laut karena kondisi di kapal semakin berbahaya.

Tidak lama setelah berada di laut

Sebuah kapal melintas dan mengevakuasi Agung serta penumpang lain. Sebanyak 35 orang dibawa ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KMP Putri Yasmin terbakar di tengah Selat Lombok, disertai asap pekat, padamnya lampu, dan berhentinya mesin kapal. Sejumlah penumpang terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.
  • Who?
    Penumpang KMP Putri Yasmin, termasuk Agung asal Sumbawa dan Salmi yang memeluk anaknya saat terjun ke laut, terdampak insiden. Petugas masih melakukan evakuasi dan penanganan.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di tengah Selat Lombok, pada rute KMP Putri Yasmin dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Insiden kebakaran terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Evakuasi penumpang ke Pelabuhan Padangbai dan penanganan oleh petugas masih berlangsung.
  • Why?
    Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin hingga saat ini belum ada kepastian. Api membesar, asap memenuhi kapal, lampu padam, dan mesin berhenti beroperasi.
  • How?
    Penumpang mencari jalan keluar, mengenakan jaket pelampung, dan sebagian terjun ke laut saat api berkobar. Kapal yang melintas mengevakuasi 35 orang ke Pelabuhan Padangbai; satu orang dilaporkan meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kapal Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok saat pergi ke NTB. Asap banyak sekali, lalu lampu dan mesin mati. Agung takut, tapi ia turun lewat tangga sambil menggendong anak orang lain. Banyak penumpang lompat ke laut. Sebanyak 35 orang dibawa ke Padangbai. Satu orang meninggal, dan petugas masih menolong orang-orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kepanikan dan kondisi kapal yang gelap dipenuhi asap, muncul kepedulian antarsesama penumpang. Agung memilih membantu menggendong anak seorang penumpang lain sebelum menyelamatkan diri, sementara penggunaan jaket pelampung dan evakuasi oleh kapal yang melintas memungkinkan 35 orang dibawa ke Padangbai untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karangasem, IDN Times - Perjalanan Agung menuju Nusa Tenggara Barat (NTB) berubah menjadi kepanikan dalam hitungan menit. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang ditumpanginya terbakar di tengah Selat Lombok, Rabu (12/8/2026).

Asap pekat memenuhi bagian dalam kapal. Situasi semakin mencekam setelah lampu kapal padam dan mesin berhenti beroperasi. Para penumpang pun berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri.

Agung, penumpang asal Sumbawa, menjadi salah satu penumpang yang merasakan langsung detik-detik menegangkan tersebut. Ia mengaku sempat berpikir untuk melompat dari lantai dua kapal sebelum akhirnya memilih turun melalui tangga.

"Asap pekat mengepul, penumpang semua panik mencoba selamatkan diri," ungkap Agung.

1. Sempat ingin lompat dari lantai dua

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Saat api mulai membesar, Agung langsung mencari cara untuk menyelamatkan diri. Dalam kondisi panik, pria asal Sumbawa tersebut sempat terpikir untuk melompat dari lantai dua kapal.

Namun, niat itu diurungkannya karena menyadari ketinggian kapal cukup berisiko. Ia kemudian memilih untuk turun menggunakan tangga.

Di tengah situasi tersebut, Agung justru membantu seorang penumpang lain yang meminta pertolongan untuk membawa anaknya.

“Namanya mau lompat dari lantai 2. Karena ketinggian, ya sudah lewat tangga. Kebetulan ada yang minta tolong untuk gendong anaknya. Saya gendong dulu,” kata Agung saat ditemui di Kantor ASDP Padangbai.

Setelah berhasil turun, kondisi di dalam kapal semakin kacau. Penumpang berusaha menjauh dari sumber api sembari mencari perlengkapan keselamatan.

2. Salmi terjun ke laut sambil memeluk anak

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Agung mengatakan, pada awal kejadian lampu kapal masih menyala. Namun, kondisi berubah ketika kobaran api semakin besar.

Lampu kemudian padam. Mesin kapal juga berhenti. Situasi di dalam kapal pun berubah menjadi gelap, sementara asap pekat terus mengepul.

Agung sempat melihat jaket pelampung dan langsung mengenakannya. Perlengkapan keselamatan tersebut kemudian menjadi salah satu bekal bagi dirinya ketika harus meninggalkan kapal.

“Awalnya lampu belum mati. Saat api besar, lampu mati, mesin juga berhenti,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat penumpang semakin panik. Mereka tidak lagi memikirkan barang bawaan. Prioritas mereka hanya satu, keluar dari kapal dan menjauh dari kobaran api.

3. Terjun ke laut, 35 penumpang dievakuasi ke Padangbai

Evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin di Pelabuhan Padang Bai. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Ketika api semakin berkobar, sejumlah penumpang akhirnya memilih terjun ke laut. Agung mengatakan, cukup banyak penumpang melakukan hal yang sama karena kondisi di atas kapal sudah semakin berbahaya.

“Lalu kami lompat ke laut. Lumayan banyak yang terjun ke laut. Api sudah berkobar,” katanya.

Tidak lama setelah berada di laut, sebuah kapal melintas. Agung bersama penumpang lainnya kemudian dievakuasi.

Sebanyak 35 orang akhirnya dibawa menuju Pelabuhan Padangbai, Karangasem. Agung mengaku bersyukur masih bisa selamat dari insiden tersebut.

“Saya sangat bersyukur sekali masih selamat dari musibah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, KMP Putri Yasmin diketahui bertolak dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar, NTB. Kapal tersebut dilaporkan mengangkut penumpang dalam jumlah lebih dari seratus orang.

Berdasarkan informasi sementara, satu orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran kapal tersebut. Proses evakuasi dan penanganan terhadap para penumpang masih dilakukan oleh petugas terkait.

Curated For You

Editorial Team

Related Article