Denpasar, IDN Times - Hujan mengguyur Bali selama empat hari atau sejak Sabtu lalu, 21 Februari 2026 hingga Selasa, 24 Februari 2026. Hujan yang nyaris tanpa henti di sejumlah wilayah kota/kabupaten, termasuk Denpasar dan Badung, mengakibatkan berbagai aktivitas terhenti.
Warga dan wisatawan dievakuasi menuju titik yang lebih aman. Menanggapi banjir yang terjadi pada Selasa (24/2/2026), Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan banjir telah diatasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.
“Banjir Bali sedang diatasi oleh Kepala BPBD,” ujar Koster singkat di Kantor Gubernur Bali, pada Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, banjir Bali hari ini karena sejak Sabtu (21/2/2026), hujan tidak kunjung berhenti.
“Ya (semua) wilayah karena dari Sabtu yang lalu hujannya tak henti dari pagi sampai malam, dari malam sampai pagi,” kata dia.
Menurut Koster, adanya BPBD Bali sudah cukup untuk mengatasi banjir. Selain menyinggung keberadaan BPBD Bali, Koster menyebutkan adanya sirine deteksi dini banjir di enam kawasan Denpasar dapat membantu penanganan bencana.
“Kita kan sudah punya ini, BPBD. Jadi cukup itu yang mengatasi. BPBD sudah memasang alat untuk deteksi dini. Kalau memang ada hal yang rawan, itu ada sirine yang berbunyi untuk penanganan darurat,” paparnya.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan menghindari bepergian jauh ke area rawan banjir. Ia juga memastikan belum ada laporan korban jiwa akibat banjir Selasa ini.
“Korban jiwa belum ada,” imbuhnya.
Saat ditanya evakuasi wisatawan yang viral di media sosial (medsos), Koster menampik dan menegaskan belum ada rencana evakuasi wisatawan.
"Belum ada. Oh, jangan. Belum berpikir ke situ. Dari pemantauan BPBD belum ada yang perlu dievakuasi,” kata Koster.
