- Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak dan sulit menelan air minum secara tiba-tiba
- Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba
- Bicara pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara, tidak mengerti kata-kata atau bicara tidak nyambung
- Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh
- Salah satu mata mengalami rabun atau kabur secara tiba-tiba
- Sakit kepala hebat tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya. Gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasikan
RSUD Tabanan Tangani 75 Kasus Post Stroke per Bulan

Tabanan, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan mencatat 75 kasus post stroke setiap bulannya. Ini bahkan menjadi lima kasus terbesar yang ditangani bagian Saraf RSUD Tabanan.
Berdasarkan data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia, memang penyakit stroke terjadi tiga kasus setiap detik. Penyakit ini menjadi penyebab kematian ke dua di dunia.
Padahal penyakit stroke bisa dicegah apalagi terdeteksi dini. Stroke sendiri diartikan suatu kondisi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kondisi ini menyebabkan area tertentu pada otak tidak mendapat suplai oksigen dan nutrisi sehingga terjadi kematian sel-sel otak. Bagi beberapa orang dapat pulih dengan sendirinya usai mengalami stroke, namun sebagian orang membutuhkan perawatan jangka panjang untuk membantu proses pemulihan. Kondisi setelah serangan stroke inilah yang disebut post stroke.
Berikut penjelasan lebih lanjut dari I Made Domy Astika selaku dokter spesialis saraf di Poliklinik Saraf RSUD Tabanan.
1. Rata-rata pasien post stroke di RSUD Tabanan berusia 55-60 tahun

Rata-rata pasien post stroke yang datang untuk rawat jalan ke Poliklinik Saraf RSUD Tabanan adalah 75 pasien dalam satu bulan.
"Pasien post stroke yang datang ke RSUD Tabanan rata-rata usianya 55-60 tahun," ujar Domy Astika, Rabu (1/11/2023).
Ia melanjutkan usia muda kasus stroke yang ditanganinya adalah 15 tahun. Namun hal tersebut dikarenakan penyakit bawaan dimana pasien menderita kelainan pembuluh darah.
"Pasien mengalami pecah pembuluh darah otak karena bawaan lahir dimana pembuluh darahnya lemah," jelasnya.
2. Faktor risiko stroke dan gejalanya

Domy menjelaskan, stroke merupakan penyakit yang muncul karena berbagai faktor, namun hipertensi atau darah tinggi menjadi faktor risiko terbesar. Setelah itu kemudian disusul oleh pola makan yang buruk, obesitas, kadar gula darah yang tinggi, kolesterol LDL yang tinggi dan gangguan fungsi ginjal.
Adapun faktor risiko eksternal atau pola hidup tidak sehat juga menyumbang faktor risiko stroke seperti polusi udara, merokok, konsumsi alkohol dan aktivitas fisik yang kurang.
Domy mengungkapkan bagi yang memiliki faktor risiko, harus hati-hati ketika timbul gejala sebagai berikut:
Gejala-gejala tersebut adalah gejala stroke yang harus diwaspada dan harus segera mendapatkan penanganan.
3. Hal yang harus dilakukan ketika gejala stroke muncul

Menurut Domy, dalam kasus stroke penanganan awal sangat penting. "Ada golden time-nya sehingga semakin cepat ditangani maka pasien dapat tertolong dan mengurangi risiko kematian atau cacat permanen," ujar Domy.
Apabila gejala-gejala stroke muncul, maka pasien harus dilarikan ke rumah sakit dimana periode golden timenya adalah 4,5 jam semenjak gejala muncul. "Kuncinya adalah segera mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit," paparnya.
Ia menambahkan stroke sebenarnya penyakit yang bisa dicegah dengan cara Cerdik yaitu:
- Cek kesehatan secara rutin
- Enyahkan asap rokok
- Rajin aktivitas fisik
- Diet seimbang
- Istirahat cukup
- Kelola stres.


![[QUIZ] 6 Bagian Sad Ripu, Ini Anggota Akatsuki Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250115/be23168199ba1e4506dfdacfc61901d1-d66217d2dc9a2789b0852a89ef5e93e9.jpg)


















