Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Lacak Misteri Hilangnya 3 Mahkota Sulinggih di Karangasem
Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)

  • Tiga griya di Desa Budakeling, Karangasem, kehilangan mahkota sulinggih dan benda sakral berbahan emas dengan total kerugian sekitar Rp500 juta.
  • Polisi menduga ketiga pencurian saling berkaitan karena terjadi hampir bersamaan, di wilayah yang sama, dan melibatkan jenis barang serupa.
  • Tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem dibentuk untuk menyelidiki kasus ini, mengumpulkan bukti, serta menelusuri kemungkinan jalur pelarian pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Juni 2026

Korban di Griya Dauh, Ida Pedanda Istri Ketut Jelantik, mengetahui sejumlah benda sakral dan perhiasan emas hilang dari tempat penyimpanan. Polisi menerima laporan pertama terkait pencurian tersebut.

8 Juni 2026

Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengonfirmasi laporan pencurian dan menyebut kerugian mencapai Rp150 juta. Pada hari yang sama, dua griya lain di Banjar Dinas Triwangsa juga melaporkan kehilangan mahkota sakral dengan total kerugian sekitar Rp350 juta.

kini

Polisi masih menyelidiki keterkaitan tiga lokasi pencurian dan telah membentuk tim gabungan Reskrim serta Intelkam Polsek Bebandem untuk memburu pelaku. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tiga mahkota sulinggih dan sejumlah perlengkapan puja berbahan emas dilaporkan hilang dari tiga griya di Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling, Karangasem. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp500 juta.
  • Who?
    Korban merupakan keluarga pemilik Griya Dauh, Griya Demung, dan Griya Kawan. Polisi melalui Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono memimpin penyelidikan bersama tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di tiga lokasi berbeda dalam wilayah Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.
  • When?
    Laporan pertama diterima pada Jumat pagi, 5 Juni 2026. Kasus-kasus lain terungkap beberapa hari kemudian hingga Senin, 8 Juni 2026.
  • Why?
    Motif pencurian masih dalam penyelidikan. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai alasan pelaku menargetkan benda-benda sakral tersebut.
  • How?
    Penyelidikan awal menunjukkan pelaku memanfaatkan rumah yang sepi. Di satu lokasi pelaku masuk lewat kamar tidak terkunci, sementara di lokasi lain ditemukan tanda perusakan wadah penyimpanan benda sakral.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga rumah pendeta di Karangasem kemalingan mahkota dan barang emas. Barang itu dipakai untuk sembahyang dan sangat penting. Polisi bilang ketiganya mungkin dicuri oleh orang yang sama karena waktunya hampir bareng. Sekarang polisi cari siapa pencurinya dan sudah buat tim khusus untuk menyelidiki semuanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah keresahan akibat hilangnya tiga mahkota sulinggih di Karangasem, terlihat kesigapan aparat dalam merespons situasi ini. Polisi tidak hanya segera melakukan olah TKP, tetapi juga membentuk tim gabungan antara Reskrim dan Intelkam untuk mempercepat penyelidikan. Langkah cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan komitmen aparat menjaga keamanan serta menghormati nilai-nilai sakral masyarakat setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times Bali Warga Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem resah. Sebanyak tiga griya di Banjar Dinas Triwangsa menjadi sasaran pencurian benda-benda sakral.

Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, sejumlah ketu (mahkota sulinggih/pendeta) dan perlengkapan puja berbahan emas, dari tempat penyimpanannya.

Polisi menduga ketiga kasus tersebut memiliki keterkaitan karena terjadi di wilayah yang sama, dengan jenis barang yang hilang serupa.

Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengatakan laporan pertama diterima dari Griya Dauh milik Ida Pedanda Istri Ketut Jelantik. Korban mengetahui sejumlah perlengkapan puja dan perhiasan emas telah hilang pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Sebelumnya, barang-barang tersebut masih berada di tempat penyimpanan. Namun saat korban meninggalkan kamar untuk mencari bunga, pelaku diduga masuk dan membawa kabur sejumlah benda sakral.

"Barang yang hilang meliputi ketu, bros padma, genitri, bahu raksa, hingga perlengkapan prebawa puja lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ungkap Artono, Senin (8/6/2026).

1. Dua griya lain menyadari kehilangan setelah mendengar kabar pencurian

Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Setelah informasi pencurian di Griya Dauh menyebar, keluarga di Griya Demung melakukan pengecekan terhadap benda-benda sakral yang mereka simpan. Hasilnya, sebuah ketu (mahkota sakral) yang berada di dalam kamar juga diketahui hilang.

Polisi menemukan indikasi kerusakan pada tali pengikat wadah penyimpanan. Nilai kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Kasus serupa kemudian terungkap di Griya Kawan. Keluarga awalnya mengira ketu yang tidak berada di tempat penyimpanan masih dibawa untuk diperbaiki. Namun setelah menghubungi tukang servis, diketahui benda tersebut telah lama dikembalikan ke griya. Dari situ muncul dugaan mahkota sakral juga dicuri. Kerugian yang dialami ditaksir sekitar Rp150 juta.

2. Polisi dalami kemungkinan keterkaitan tiga TKP

Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Menurut Artono, penyidik saat ini masih mendalami hubungan antara ketiga lokasi kejadian. Selain memiliki jenis barang yang sama, ketiga kasus juga terjadi dalam waktu yang berdekatan.

"Dugaan sementara ada keterkaitan karena lokasi, jenis barang yang hilang, dan waktu kejadian yang hampir bersamaan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. Di salah satu lokasi, pelaku diduga masuk melalui kamar yang tidak terkunci. Sementara di lokasi lain ditemukan tanda-tanda perusakan pada tempat penyimpanan benda sakral.

3. Polisi bentuk tim gabungan

Ilustrasi pencurian. (IDN Times/Mardya Shakti)

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem diterjunkan untuk memburu pelaku serta menelusuri kemungkinan jalur pelarian.

Total kerugian dari tiga kasus pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Hingga kini, identitas pelaku maupun motif pencurian masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Kepolisian telah membentuk tim Gmgabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem untuk melakukan penyelidikan intensif, penyisiran jalur pelarian pelaku, serta berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Karangasem untuk penyelidikan," ungkap Artono.

Editorial Team

Related Article