Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
19 PMI Asal Karangasem di Timur Tengah dalam Kondisi Baik
Kadis Ketenagakerjaan Karangasem, I Ketut Mertadina (Dok. IDN Times/Istimewa)
  • Pemkab Karangasem meningkatkan pemantauan terhadap 19 Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan kawasan, demi memastikan keselamatan mereka di negara penempatan.
  • Dinas Ketenagakerjaan terus berkoordinasi dengan KBRI dan lembaga terkait untuk memantau kondisi para PMI serta menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gangguan keamanan.
  • Para PMI diminta menyimpan kontak darurat KBRI masing-masing sebagai upaya perlindungan diri, sementara pemerintah daerah menegaskan tanggung jawabnya menjaga keamanan warganya di luar negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Maret 2026

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Karangasem, I Ketut Mertadina, menyatakan kondisi 19 PMI asal Karangasem di Timur Tengah dalam keadaan aman. Ia menjelaskan koordinasi terus dilakukan dengan KBRI dan lembaga pengirim tenaga kerja untuk memantau situasi keamanan.

kini

Pemerintah Kabupaten Karangasem meningkatkan pemantauan terhadap para PMI di kawasan Timur Tengah akibat ketegangan yang kembali memuncak. Para pekerja diminta waspada dan menyimpan kontak darurat KBRI masing-masing negara penempatan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem melakukan pemantauan terhadap 19 Pekerja Migran Indonesia asal Karangasem yang bekerja di kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
  • Who?
    Pemantauan dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem di bawah pimpinan I Ketut Mertadina, dengan koordinasi bersama KBRI dan BP3MI untuk memastikan keselamatan para PMI.
  • Where?
    Pekerja migran yang dipantau berada di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, sementara pemantauan dilakukan dari Kabupaten Karangasem, Bali.
  • When?
    Kegiatan pemantauan berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, seiring meningkatnya situasi tegang di kawasan Timur Tengah.
  • Why?
    Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman serta sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.
  • How?
    Dinas melakukan koordinasi intensif dengan KBRI terdekat dan BP3MI, serta mengimbau para PMI menyimpan kontak darurat perwakilan Indonesia guna menghadapi potensi keadaan darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Karangasem, IDN Times - Ketegangan yang kembali memuncak di kawasan Timur Tengah, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem meningkatkan pemantauan.

Data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karangasem mencatat ada 19 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang bekerja di sejumlah negara kawasan tersebut. Rinciannya, dua orang berada di Arab Saudi, sembilan orang di Uni Emirat Arab, dan tujuh orang di Kuwait.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, I Ketut Mertadina, memastikan sejauh ini kondisi para PMI tersebut dalam keadaan baik.

“Untuk sementara laporan yang kami terima, mereka aman. Kami terus berkoordinasi dengan KBRI terdekat dan juga LPK tempat mereka berangkat,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

1. Intensifkan koordinasi terkait keberadaan PMI di Timur Tengah

ilustrasi perang (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Mertadina, koordinasi dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan situasi keamanan di negara tujuan.

Update informasi penting agar jika terjadi gangguan keamanan, khususnya yang berimbas kepada para pekerja asal Indonesia, langkah antisipasi bisa segera dilakukan. Tak hanya itu, Pemkab Karangasem juga mengingatkan para PMI untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Koordinasi dengan Pemerintah Pusat terus kami lakukan melalui BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)," ungkap Mertadina.

2. PMI diminta simpan nomor penting, khususnya dari KBRI

Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi)

Para PMI juga diminta menyimpan nomor-nomor penting, terutama kontak darurat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara penempatan.

“Kami minta mereka selalu mencatat dan menyimpan kontak KBRI. Kalau ada kondisi darurat, bisa langsung menghubungi perwakilan resmi Pemerintah Indonesia,” katanya.

3. Mertadina sebut, koordinasi intensif merupakan tanggung jawab daerah terhadap warga yang bekerja di luar negeri

Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)

Mertadina menambahkan, ini merupakan bentuk tanggung jawab daerah dalam memberikan perlindungan bagi warganya yang bekerja di luar negeri.

"Kami tentu berharap situasi keamanan di kawasan tersebut segera kondusif, sehingga para PMI bisa tetap bekerja dengan tenang tanpa gangguan berarti," harapnya.

Editorial Team