- BEV (Battery Electric Vehicle) menggunakan motor listrik sepenuhnya dan mengandalkan baterai yang diisi melalui sumber listrik eksternal
- HEV (Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik. Baterainya diisi melalui sistem kendaraan, tanpa perlu pengisian daya eksternal.
- PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional, dengan baterai yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. Teknologi ini memungkinkan perjalanan menggunakan tenaga listrik sekaligus memberikan fleksibilitas mesin konvensional untuk perjalanan lebih jauh.
PHEV Tumbuh dari 136 ke 5.270 Unit di Indonesia pada 2025
- Distribusi kendaraan elektrifikasi Indonesia mencapai 175.144 unit pada 2025, naik dari 103.228 unit pada 2024, dengan pangsa pasar meningkat menjadi sekitar 21,8% dari mobil baru.
- PHEV mencatat lonjakan distribusi dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025, meski pangsanya masih relatif kecil di pasar mobil nasional.
- PHEV memadukan motor listrik dan mesin konvensional, serta baterainya dapat diisi eksternal, sehingga berbeda dari HEV dan memungkinkan perjalanan listrik lebih jauh.
Badung, IDN Times - Elektrifikasi kendaraan mulai mengubah cara konsumen memandang mobilitas. Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, mengatakan pasar kendaraan elektrifikasi tumbuh, pilihan teknologi juga semakin beragam. Pertimbangan membeli mobil kini tidak hanya mencakup harga, desain, dan konsumsi bahan bakar, tetapi juga sumber energi, efisiensi penggunaan, teknologi berkendara, serta kesiapan infrastruktur pengisian daya. Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menawarkan pendekatan berbeda dan menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipahami.
"Teknologi ini memungkinkan konsumen memanfaatkan tenaga listrik untuk aktivitas sehari-hari, sekaligus memiliki mesin konvensional sebagai sumber tenaga tambahan ketika dibutuhkan," jelasnya.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa distribusi kendaraan elektrifikasi di Indonesia mencapai 175.144 unit sepanjang 2025, meningkat dari 103.228 unit pada 2024. Angka ini mencakup Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Pangsa gabungan ketiga kategori tersebut meningkat dari 11,9% menjadi sekitar 21,8% dari total distribusi mobil baru.
"Diantara ketiga teknologi tersebut, PHEV mencatat pertumbuhan distribusi yang mencolok. Jumlahnya meningkat dari 136 unit pada 2024 menjadi 5.270 unit pada 2025. Meski pertumbuhannya tinggi, pangsa PHEV masih relatif kecil dibandingkan pasar mobil baru nasional," jelasnya.
Lebih lanjut, angka ini menunjukkan bahwa PHEV mulai mendapatkan perhatian, meskipun pemahaman konsumen terhadap teknologi ini masih perlu diperluas. Kendaraan elektrifikasi memiliki beberapa jenis teknologi dengan cara kerja dan kebutuhan penggunaan yang berbeda. Memahami perbedaan BEV, HEV, dan PHEV dapat membantu konsumen menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka.
“Salah satu miskonsepsi yang masih perlu diluruskan adalah anggapan bahwa PHEV sama dengan HEV karena keduanya menggunakan motor listrik dan mesin konvensional. Padahal, kemampuan mengisi baterai melalui sumber listrik eksternal memberikan PHEV kesempatan untuk menempuh perjalanan menggunakan tenaga listrik dalam jarak yang lebih jauh dibandingkan sistem hybrid konvensional pada umumnya,” jelasnya.



















