Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kunjungan Wisata Karangasem Turun, PHRI Ungkap Tiga Penyebab
Pantai Candidasa (dok.pribadi/Natalia Indah)
  • Kunjungan wisatawan ke Karangasem turun hampir 20 persen dibanding tahun lalu, dengan Candidasa menjadi kawasan paling terdampak setelah 2025 disebut sebagai masa keemasan pariwisata.
  • PHRI Karangasem menyebut proyek konservasi Pantai Candidasa sepanjang enam kilometer memicu kebisingan dan ketidaknyamanan, sementara konflik Timur Tengah mengganggu penerbangan wisatawan Eropa.
  • Piala Dunia turut mengalihkan anggaran perjalanan wisatawan; PHRI menyiapkan ajang lari internasional dan berharap konservasi Candidasa rampung tahun depan untuk menarik kunjungan kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem turun hampir 20 persen dibandingkan tahun lalu, dengan kawasan Candidasa mengalami dampak penurunan paling signifikan.
  • Who?
    Ketua PHRI Karangasem Wayan Kariasa menyampaikan kondisi tersebut; wisatawan Eropa menjadi kelompok pengunjung utama yang terdampak gangguan penerbangan.
  • Where?
    Penurunan terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali, terutama di kawasan wisata Candidasa dan sepanjang proyek konservasi pantai hingga Buitan.
  • When?
    Kondisi penurunan dibandingkan dengan tingkat kunjungan tahun lalu disampaikan Wayan Kariasa di Kota Denpasar pada Rabu, 26 Agustus 2026.
  • Why?
    Penyebabnya meliputi proyek perbaikan Pantai Candidasa, konflik Amerika Serikat-Iran-Israel yang mengganggu rute penerbangan, serta Piala Dunia yang mengalihkan anggaran perjalanan sebagian wisatawan.
  • How?
    PHRI Karangasem merancang ajang lari internasional pada akhir tahun dan menargetkan peluncuran Pantai Candidasa yang telah terkonservasi pada tahun depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karangasem, IDN Times - Tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karangasem mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Daya tarik wisata Candidasa mencatatkan penurunan signifikan. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem Wayan Kariasa, mengungkapkan bahwa penurunan kali ini terjadi setelah tahun lalu menjadi masa keemasan pariwisata di daerah tersebut.

“Kalau tahun lalu itu boleh dibilang golden tourism.” ujar Kariasa di Kota Denpsar pada Rabu lalu, 26 Agustus 2026.

Laki-laki yang telah 30 tahun lebih di dunia pariwisata ini mengatakan, penurunan kunjungan wisatawan hampir mencapai 20 persen dibandingkan tahun lalu. Candidasa sebagai kawasan paling terdampak.

1. Proyek perbaikan Pantai Candidasa menjadi faktor turunnya wisatawan

Salah Satu Pilihan Akomodasi Tepi Pantai Candidasa (Dok.Pribadi/Natalia Indah)

Menurut Kariasa, satu faktor pertama yang menyebabkan penurunan kunjungan di Candidasa adalah proyek konservasi atau perbaikan pantai yang tengah berlangsung di kawasan tersebut. 

Proyek yang membentang sepanjang enam kilometer dari Candidasa hingga Buitan itu menimbulkan gangguan bagi kenyamanan wisatawan.

“Sehingga itu menimbulkan kebisingan dan ketidaknyamanan buat para wisatawan,” jelasnya.

2. Konflik Timur Tengah dan Piala Dunia turut berdampak

Ketua PHRI Karangasem, Wayan Kariasa

Selain faktor proyek pembangunan, situasi geopolitik global turut memengaruhi kunjungan wisatawan ke Karangasem. Kariasa menyebut konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel berdampak besar karena mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Karangasem berasal dari Eropa.

“Kebanyakan kunjungan kami di Karangasem itu adalah tamu wisatawan dari Eropa. Sehingga banyak terpengaruh penerbangan mereka yang tidak bisa lanjut karena tidak bisa melewati Timur Tengah,” ungkapnya.

Faktor ketiga yang disebutkan Kariasa adalah penyelenggaraan Piala Dunia, yang membuat sebagian wisatawan mengalihkan anggaran perjalanan mereka untuk menyaksikan turnamen tersebut, alih-alih berlibur ke Bali.

3. Agenda internasional menjadi strategi pemulihan

ilustrasi lari (pexels.com/Daigoro Folz)

Menanggapi kondisi tersebut, PHRI Karangasem menyiapkan sejumlah strategi pemulihan. Misalnya dengan rencana penyelenggaraan ajang lari berskala internasional. Ia menargetkan agenda itu dapat terwujud pada akhir tahun ini.

“Kita masih merancang, mudah-mudahan nanti kita bisa wujudkan dalam akhir tahun ini kita ingin mengadakan run internasional di event-event yang berskala internasional,” kata Kariasa.

Selain itu, ia menyampaikan optimisme terhadap rampungnya proyek konservasi Pantai Candidasa yang direncanakan tahun depan. Pantai tersebut diharapkan kembali memiliki pasir putih dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

“Tahun depan kita akan launching misalnya dengan Pantai Candidasa yang sudah terkonservasi, sudah ada pasir putih kembali, sehingga ini menjadi salah satu faktor nantinya untuk para wisatawan bisa berkunjung lagi ke Karangasem,” pungkasnya.

Editorial Team

Related Article