Penumpang 3 Orang Sehari, Bus Sarbagita Hentikan Trayek GOR-Gianyar

Gianyar, IDN Times - Pengguna transportasi umum (transum) Bus Sarbagita harus merelakan trayek Gelanggang Olah Raga (GOR) Ngurah Rai Denpasar-Gianyar berhenti. Kabar berhentinya trayek tersebut muncul melalui akun Instagram resmi @trans_sarbagita dan @dishubbali pada 31 Desember 2025 lalu.
Unggahan itu menuliskan, mulai 1 Januari 2026, layanan angkutan umum Trans Sarbagita Jurusan Kota (GOR Ngurah Rai)-Gianyar tidak beroperasi. Alasannya karena kendala teknis dan anggaran. Unggahan itu juga menyertakan permohonan maaf dan rasa terima kasih kepada pengguna layanan bus berwarna biru itu. Apa alasannya? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
1. Respon warga internet kecewa

Unggahan tersebut menuai beragam respon dari warga internet (warganet). Terutama bagi pengguna yang memanfaatkan trayek tersebut untuk mobilitas sehari-hari. Ada 12 komentar warganet yang bersedih atas kabar itu. Sebagian dari mereka juga berharap Trans Sarbagita pada rute itu dapat beroperasi seperti biasa.
2. Jumlah penumpang trayek GOR-Gianyar hanya tiga orang per hari

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Trans Bali/Trans Sarbagita, I Nyoman Wiratama, mengungkap data jumlah penumpang trayek GOR Ngurah Rai-Gianyar yang memprihatinkan.
“Sesuai data kami di tahun 2025, penumpang GOR-Gianyar sebanyak maksimal tiga orang per hari,” kata Wiratama kepada IDN Times, pada Senin (12/1/2026).
Seiring bertambahnya jumlah kendaraan pribadi, trayek GOR-Gianyar kian terpinggirkan. Pasalnya trayek yang melalui Denpasar dan Gianyar itu, jadi peringkat satu dan ketiga wilayah di Bali dengan jumlah kendaraan pribadi terbanyak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kendaraan di Kota Denpasar ada 1,7 juta lebih unit. Sementara Gianyar ada 560 ribu lebih unit kendaraan.
3. Anggaran kurang memadai

Selain jumlah penumpang yang terus berkurang. Wiratama mengatakan penyebab lain Bus Trans Sarbagita trayek GOR-Gianyar berhenti beroperasi. Masalah itu terletak pada anggaran yang tidak memadai.
Kata Wiratama, saat ini setiap harinya ada delapan unit armada Bus Trans Sarbagita yang beroperasi. Serta dua unit armada bus sebagai cadangan.
“Karena anggaran kita yang kurang akibat UMK (uang muka kerja-pembiayaan operasional sehari-hari) yang naik cukup banyak,” imbuhnya.


















