Foto hanya ilustrasi. (IDN Times/Wayan Antara)
Setelah menerima audiensi perwakilan dari GUPBI (Gabungan Usaha Peternak Babi) Kamis (13/2) lalu, I Gede Ambara menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin peternak-peternak babi di Bali menanggung kerugian akibat anjloknya harga jual babi dengan adanya wabah ASF.
“Kami sepakat kemarin Denpasar harga babi berkisar Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per kilogram hidup. Itu yang kami kemarin untuk membantu peternak-peternak kita. Ada karena dibilang penyakit kasihan nantinya peternak kan rugi. Yang untung kan jagalnya. Kan gitu,” terangnya kepada IDN Times, Jumat (14/2).
Pihaknya menegaskan bahwa harga yang ditentukan tersebut terbilang normal, sama seperti ketika belum adanya wabah ASF. Penentuan tersebut didasarkan kondisi ternak. Meski demikian, seharusnya harga menjelang Galungan bisa mencapai di atas Rp30 ribu per kilogram bobot hidupnya.
“Kalau naik kan lebih senang, peternaknya baguslah kalau begitu. Di Denpasar itu biasa Rp25 ribu, Rp26 ribu,” imbuhnya.