Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pegawai Statistik Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Buleleng

Pegawai Statistik Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Buleleng
Tim SAR Gabungan menemukan korban hilang di kawasan Air Terjun Tembok Barak Buleleng. (Dok. Kantos SAR Denpasar)
Intinya Sih
5W1H
  • Seorang pegawai kantor statistik asal Sleman bernama Ardianan Wardana Putra tenggelam di Air Terjun Tembok Barak, Buleleng, pada Sabtu sore dan dinyatakan hilang setelah pencarian awal belum berhasil.
  • Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian sejak Minggu pagi dengan fokus di pusaran air terjun, hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman sekitar 6-7 meter.
  • Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur seperti SAR Buleleng, Damkar, BPBD, PMI, Polairud, aparat desa, serta masyarakat setempat sebelum jenazah korban dievakuasi ke RSUD Kabupaten Buleleng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Buleleng, IDN Times - Ardianan Wardana Putra (23), seorang pegawai kantor statistik asal Sleman, Yogyakarta, tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, pada Sabtu (25/4/2026). Pencarian pertama belum membuahkan hasil setelah korban dinyatakan hilang. Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian sejak pagi, pada Minggu (26/4/2026). Objek wisata ini berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menyampaikan fokus pencarian korban berada di pusaran air terjun. Sementara itu, tim darat memantau dari atas untuk melihat kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kita menemukan satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing,” kata Donny, pada Minggu (26/4/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Setelah petugas menyelam, korban ditemukan di kedalaman sekitar 6-7 meter pada pukul 09.00 Wita. Keadaan korban saat ditemukan masih menggunakan celana warna hitam, dan tidak ditemukan adanya luka benturan. 

“Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya,” jelasnya.

Tim SAR Gabungan segera mengevakuasi tubuh korban ke darat. Selanjutnya jenazah Ardianan Wardana Putra dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans PMI Kabupaten Buleleng.

Laporan hilangnya korban sejak Sabtu kemarin

SAR Buleleng.jpeg
Pencarian korban sejak Sabtu (25/4/2026) di Air Terjun Tembok Barak Buleleng. (Dok. Kantor SAR Denpasar)

Sehari sebelumnya, petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima laporan hilangnya korban sekitar pukul 18.40 Wita, pada Sabtu (25/4/2026). Pelapor seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Buleleng bernama Jero Mangku Oka.

“Berdasarkan laporan, estimasi kejadian kurang lebih pukul 16.30 Wita,” ujar I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Sidakarya menjelaskan, awalnya sekitar lima orang mandi di lokasi pada pukul 16.30 Wita. Namun, satu di antara mereka tenggelam. Setelah menerima laporan kejadian, sebanyak enam personel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng berangkat ke lokasi untuk melaksanakan pencarian. 

“Upaya pencarian dengan usaha renang maupun snorkeling dan selam, sudah malam hari dengan hasil pencarian masih nihil,” ujar Kadek Dony Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.

Ada berbagai unsur SAR terlibat

SAR Buleleng_.jpeg
Pencarian korban sejak Sabtu (25/4/2026) di Air Terjun Tembok Barak Buleleng. (Dok. Kantor SAR Denpasar)

Ada berbagai unsur SAR terlibat operasi pencarian mulai dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, PAMAPTA Polres Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Badan Statistik Buleleng, Perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban.

Upaya pencarian terhadap korban pada Sabtu (25/4/2026), berlangsung hingga petang. Tim SAR Gabungan di lapangan terkendala kondisi pencahayaan yang sangat terbatas. Akibatnya, Tim SAR Gabungan tidak dapat upaya penyisiran dan pencarian secara maksimal. Ditemukannya tubuh korban menandakan upaya pencarian dan penyisiran berakhir.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More