Comscore Tracker

Tanah Lot Masih Lesu Kunjungan Wisman Meski Bebas Karantina

Sabar ya. Perlahan tapi pasti

Tabanan, IDN Times - Bali sudah memberlakukan bebas karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sejak tanggal 7 Maret 2022, yang dibarengi oleh terbitnya Visa on Arrival (VoA) 23 negara. Namun karena masih awal, kebijakan ini dipandang belum mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Tabanan. Satu di antaranya DTW Tanah Lot.

Baca Juga: Sepi, Pekerja di Tanah Lot Diupah Tunjangan Lauk Pauk dan Beras

1. Berharap kebijakan ini mampu dongkrak kunjungan wisman

Tanah Lot Masih Lesu Kunjungan Wisman Meski Bebas KarantinaSuasana DTW Tanah Lot yang dibuka pada tanggal 20 Juli 2020. (Dok.IDN Times/Humas Tanah Lot)

Bebas karantina bagi PPLN ini ditujukan kepada wisman yang telah divaksinasi COVID-19 lengkap dan booster. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana, mengatakan kebijakan ini patut disyukuri dan diharapkan mampu mendorong jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Tabanan.

"Tentunya hal ini patut disyukuri. Mudahan-mudahan wisatawan yang berkunjung semakin banyak nantinya. Jika kunjungan meningkat, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Tabanan yang disumbang dari sektor pariwisata juga akan naik,” katanya, Kamis (10/3/2022).

Tidak ada persiapan khusus di kalangan pengelola DTW atau destinasi wisata dan akomodasi pariwisata dalam mengantisipasi lonjakan wisatawan pascakebijakan tersebut.

"Tidak ada persiapan khusus. Karena selama ini DTW yang ada di Kabupaten Tabanan sudah sangat siap menerima kunjungan wisatawan, baik dalam hal penerapan protokol kesehatan hingga sarana dan prasarananya," ujar Agung.

Baca Juga: Syarat Turis Asing ke Bali Tanpa Karantina, Berlaku Mulai Hari Ini

2. Kunjungan wisman akan terjadi secara bertahap

Tanah Lot Masih Lesu Kunjungan Wisman Meski Bebas KarantinaFoto hanya ilustrasi. (Dok.IDN Times/Humas Tanah Lot)

Selama pandemik COVID-19, pihak dinas mengawasi pembatasan jumlah wisatawan yang berada di kawasan dalam satu waktu sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali. Yaitu 75 persen.

"Kouta ini terus kami awasi meskipun hingga saat ini belum pernah tercapai. Karena kunjungan wisatawan masih lesu," ungkap Agung.

Ia memprediksi, pemberlakuan bebas karantina ini tidak serta-merta mendongkrak jumlah wisman yang datang dalam waktu dekat. Sebab, meskipun Bali sudah melonggarkan syarat kunjungan berwisata, calon wisman tentunya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri bepergian ke luar negeri. Apalagi negara asalnya belum mengeluarkan izin untuk perjalanan ke luar negeri.

“Saya kira lonjakan kunjungan wisman akan terjadi, namun itu secara bertahap,” terangnya.

Baca Juga: Syarat Memakai Isolasi Terpusat di Tabanan Untuk COVID-19

3. Kunjungan wisman di Tanah Lot belum ada perubahan

Tanah Lot Masih Lesu Kunjungan Wisman Meski Bebas KarantinaFoto hanya ilustrasi. (Dok.IDN Times/DTW Tanah Lot)

Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, Ni Made Suarniti, mengaku bersyukur akhirnya Bali melakukan uji coba bebas karantina dan terbitnya VoA untuk 23 negara yang dimulai awal pekan ini. Terkait hal itu, pihaknya tidak ada persiapan khusus. Melainkan tetap menerapkan prokes secara benar dan scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

Menurutnya, skrining awal calon wisman sudah dilakukan melalui tes PCR saat kedatangan di bandara.

"Screening awal sudah dilakukan di bandara. Jika positif, wisatawan karantina di hotel dan pada hari ketiga mereka melakukan tes PCR kembali. Jika hasilnya negatif, hari keempat para wisman baru bisa melakukan kunjungan wisata," ujarnya.

Semenjak kebijakan tersebut diberlakuka, belum ada yang melakukan booking kedatangan ke DTW Tanah Lot dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan tidak ada kebijakan baru lagi yang kembali menghambat kunjungan wisman. Diprediksi pada minggu keempat Maret atau awal April mendatang sudah mulai terlihat dampaknya,” katanya.

Kunjungan wisman ke DTW Tanah Lot kini masih berada di kisaran 40 orang per hari. Sementara total kunjungan rata-rata di angka 1000 orang per hari.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya