Peluang Bisnis, Sorgum Cocok Ditanam di Daerah Kering Seperti Tabanan

Tabanan, IDN Times - Selama ini petani di Kabupaten Tabanan fokus pada penanaman padi yang diselingi oleh jagung dan kedelai. Namun tidak jarang daerah lahan sawah di Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg, dan Kecamatan Selemadeg Barat tidak bisa ditanami padi selama musim kemarau karena kurangnya air. Sehingga menyebabkan lahan menjadi tidak produktif.
Untuk itu Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menggandeng Koperasi Teknoprener dan PT Wotan untuk memperkenalkan tanaman sorgum sebagai alternatif pangan varian baru kepada petani di Kabupaten Tabanan. Seperti apa ya jadinya?
1. Sorgum bisa menjadi pengganti beras

Menurut Sanjaya, sorgum cocok ditanam di wilayah Kabupaten Tabanan sebagai pengganti beras. Jadi layak untuk dibudidayakan oleh para petani. Mengingat lahan-lahan yang tidak produktif di Tabanan cukup banyak.
“Sorgum ini jawabannya untuk lahan nonproduktif di Tabanan. Nanti saya akan turun langsung di tengah-tengah petani bersama dinas terkait. Sehingga ke depannya ketahanan pangan di Tabanan bisa tetap terjaga,” ujar Sanjaya, Kamis (25/3/2021) lalu.
2. Tanaman sorgum tidak memerlukan banyak air

Tim ahli Wotan, Nuryanto, menjelaskan sorgum termasuk tanaman biji-bijian pengganti pangan mirip jagung. Sekali tanam bisa panen sampai empat kali. Umurnya juga pendek. Hanya 99 hari sampai 105 hari. Satu hektare dapat menghasilkan 4 ton sampai 10 ton biji sorgum dalam waktu 105 hari.
Tanaman sorgum juga mempunyai banyak manfaat. Bijinya bisa menjadi beras sorgum yang efektif untuk menurunkan gula darah, tepung dan lainnya.
"Tidak hanya bisa menjual bijinya, petani juga bisa menjual pohonnya. Karena dengan dipotong pohonnya, dia akan tumbuh lagi dalam waktu 3,5 bulan," jelas Nuryanto.
Sorgum tidak memerlukan banyak air seperti sawah, dan bisa tumbuh di lahan-lahan nonproduktif.
“Mampu tumbuh di lahan-lahan nonproduktif yang kering. Sorgum hanya perlu air 14 hari pertama saja sampai dia keluar akar. Kemudian tidak dapat air setelahnya tidak apa-apa,” jelas Nuryanto.
3. Sorgum belum populer di kalangan petani Tabanan

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana, menyatakan tanaman sorgum belum populer di kalangan petani Tabanan. Makanya masih sangat jarang sekali yang menanam tanaman ini karena tidak tahu manfaat, ke mana serapan, pasarannya, sampai bagaimana cara penanamannya.
"Ada petani perseorangan di Marga menanam sorgum tetapi ditanam untuk dijadikan makanan ayam. Itu juga tidak begitu luas," ujar Budana, Minggu (27/3/2021).
Sekarang ini petani Tabanan memang fokus menanam padi ketika masih ada air, dan jagung maupun kedelai ketika musim kemarau.
"Program dari Dinas Pertanian Tabanan juga masih fokus untuk tanaman padi, jagung dan kedelai," jelasnya.
Meski demikian, langkah Bupati Tabanan untuk mengenalkan tanaman sorgum kepada petani Tabanan bisa menjadi langkah awal untuk mengembangkan tanaman sorgum. Apalagi diinfokan tanaman sorgum cocok untuk daerah kering.
"Kalau di Tabanan, lahan kering itu ada di Selemadeg, Selemadeg Timur dan Selemadeg Barat," ungkapnya.



















