Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KUR BRI Regional Denpasar Capai 4,2 Triliun, Didominasi Perdagangan
ilustrasi KUR BRI (Dok. BRI)

  • BRI Regional Denpasar menyalurkan KUR senilai Rp4,27 triliun hingga April 2026 kepada 76.083 debitur, dengan dominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 34,9 persen.
  • Provinsi Bali menjadi penerima terbesar penyaluran KUR BRI Region Denpasar sebesar Rp2,52 triliun atau 58,9 persen, disusul NTB dan NTT yang turut memperkuat ekonomi daerah.
  • Selain pembiayaan, BRI aktif memberdayakan UMKM lewat edukasi finansial dan pelatihan digital agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui Regional Office Denpasar, tercatat sebesar 4,272 triliun hingga April 2026. KUR itu yang disalurkan kepada 76.083 debitur.

Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto mengatakan, secara komposisi penyaluran KUR di wilayah kerja Region Denpasar hingga April 2026 didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, yakni sebesar 34,9 persen; disusul sektor pertanian, perburuan, kehutanan dengan porsi sebesar 24,7 persen; sektor jasa 14,9 persen; dan sektor industrI 11,1 persen.

"Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) agar semakin produktif dan berkembang," kata Anto pada Selasa (19/5/2026).

1. Di wilayah Provinsi Bali, penyaluran KUR Region Denpasar terbanyak

Nasabah KUR BRI (Dok. BRI)

Secara penyebaran wilayah, penyaluran KUR Region Denpasar terbanyak di wilayah Provinsi Bali, yakni sebesar 2,52 triliun atau sebesar 58,90 persen; kemudian disusul Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp969,19 miliar atau sebesar 22,69 persen; dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp786,586 miliar atau sebesar 18,41 persen. Seperti diketahui, BRI Region Denpasar melayani wilayah Bali , NTT, dan NTB.

Regional Micro Banking Head BRI Region Denpasar, Anto Ariyanto menyampaikan, dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di berbagai daerah di Bali, NTB dan NTT memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

2. KUR menjadi tolok ukur komitmen perbankan dalam memperkuat ekonomi nasional

Nasabah KUR BRI (Dok. BRI)

Selain itu, menurut Anto, KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.

Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. "Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

3. Perbankkan memberdayakan debitur agar melek digital

Nasabah KUR BRI (Dok. BRI)

Tidak hanya sebatas penyaluran dana, BRI juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Selain itu, BRI juga mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja, tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya," terangnya.

Untuk diketahui bahwa pada tahun 2025, BRI Regional Office Denpasar mencatatkan penyaluran KUR sebesar 12,15 triliun pada 2025, yang disalurkan kepada 238.761 debitur yang didominasi oleh penyaluran sektor perdagangan, jasa, dan, pertanian dengan porsi sebesar 76,97 persen dari total penyaluran.

Editorial Team