Badung, IDN Times - Budidaya bunga pacah menjadi salah satu penopang kebutuhan sarana upacara keagamaan masyarakat Bali. Namun, petani harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi yang besar, fluktuasi harga, hingga cuaca yang memengaruhi hasil panen.
Di tengah kondisi tersebut, akses pembiayaan menjadi faktor penting agar petani tetap bisa menjalankan usaha. Modal dibutuhkan sejak awal untuk pengolahan lahan, pembelian bibit, pupuk, hingga perawatan tanaman sebelum masa panen tiba.
Salah satu petani yang merasakan manfaat pembiayaan tersebut adalah Made Tarji, petani bunga pacah di Banjar Panglan Kelod, Desa Kapal, Kabupaten Badung. Ia memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai modal kerja untuk menjaga keberlangsungan budidaya bunga pacah.
