Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Korban Meninggal Dunia Banjir di Buleleng Bertambah Satu Orang

Korban Meninggal Dunia Banjir di Buleleng Bertambah Satu Orang
Ilustrasi meninggal dunia. (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Dua warga Buleleng dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Banjar, sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan BPBD dan SAR.
  • Banjir terjadi setelah curah hujan ekstrem mencapai 126 milimeter per hari, dikategorikan sangat lebat dan menyebabkan delapan orang terseret arus.
  • BPBD Bali bersama tim gabungan fokus pada pencarian korban hilang, pembersihan material banjir, penyaluran logistik, serta koordinasi penanganan darurat di 34 titik bencana Buleleng.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Buleleng, IDN Times - Korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Jumat (6/3/2026) bertambah satu orang. Korban bernama Komang Suci (44), perempuan yang beralamat di Banjar Dinas Ambengan. 

Korban lainnya meninggal dunia bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) dari Banjar Dinas Santal, telah dibawah ke rumah duka di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, Gede Teja menyampaikan ada dua orang korban yang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, dua orang lainnya dalam tahap pencarian yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). 

“Jumlah korban di Buleleng ada delapan orang terseret banjir bandang, empat orang selamat, dua orang dalam pencarian, dua orang meninggal dunia,” papar Teja, Sabtu (7/3/2026). 

Diketahui, banjir bandang menimpa Desa Banjar kemarin berdasarkan data kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, kawasan Kecamatan Banjar, Buleleng memiliki curah hujan 126 milimeter per hari. Curah hujan itu termasuk dalam kategori sangat lebat.

Saat ini pihak BPBD Bali, BPBD Buleleng, dan Tim SAR gabungan telah melakukan sejumlah penanganan, terutama melanjutkan operasi pencarian korban hilang. BPBD Bali juga memastikan pembersihan awal lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus banjir di rumah masyarakat terdampak.

“Penyaluran logistik kepada warga terdampak, melanjutkan asesmen dampak bencana dan rapat koordinasi penanganan darurat terpadu,” imbuh Teja.

Teja memaparkan, kondisi penanganan darurat banjir di Desa Banjar, relatif lancar dan terkendali. Selain menangani banjir di Desa Banjar, ada 34 titik bencana lainnya di Buleleng. Sehingga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dan penyebaran personil.

“Banyaknya sebaran titik kejadian membutuhkan waktu, tambahan alat berat dan personel, yang akan dioptimalkan lagi besok,” kata Teja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Bali

See More