Denpasar, IDN Times - Mengenai kekhawatiran masyarakat terhadap petugas sensus ekonomi palsu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menjelaskan ciri petugas resmi. Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan petugas sensus ekonomi resmi punya tanda pengenal dengan barcode khusus.
“Jadi kalau ada petugas sensus itu dia pakai rompi sensus, kemudian dia bawa surat tugas. Surat tugasnya itu dilihat dan scan,” ujar Agus pada Rabu (1/7/2026).
Selain surat tugas, petugas resmi memiliki tanda pengenal dengan barcode. Agus meminta agar masyarakat melakukan pengecekan dengan memindai tanda pengenal tersebut.
"Nah, ada tanda pengenal juga. Pengenal barcode-nya di-scan, akan kelihatan tuh,” imbuhnya.
Agus juga mengingatkan agar masyarakat di Bali tetap waspada. Termasuk berhati-hati, jika ada oknum yang mengaku sebagai petugas Sensus Ekonomi tanpa kelengkapan tanda di atas.
“Jangan-jangan memang benar ada orang yang memanfaatkan itu. Makanya masyarakat juga harus hati-hati nggih,” kata dia.
Pihak BPS Provinsi Bali menyampaikan bahwa sejauh ini belum ada pengaduan maupun temuan petugas Sensus Ekonomi palsu di Bali. Ia juga meminta agar masyarakat tidak khawatir dengan proses sensus ekonomi dari petugas resmi dan menjamin kerahasiaan data responden.
“Kenapa sih orang perlu menanyakan pendapatan, perlu menanyakan pengeluaran usaha? Kalau itu tidak diketahui, kita gak bisa tahu skala usahanya itu menjadi penting dan dijamin kerahasiaannya,” tegas Agus.
Selain menanyakan soal pendapatan responden, petugas sensus ekonomi akan menanyakan besaran pengeluaran. Pengeluaran sebagai proksi untuk pendekatan besaran pendapatan responden Sensus Ekonomi.
