Masyarakat saat ini sedang diuji oleh pandemik COVID-19. Begitu pula dengan tenaga kesehatan (nakes). Mereka diyakini sebagai garda terdepan yang paling dekat dalam merawat pasien terinfeksi COVID-19. Sebagaimana dialami seorang perawat di Ruang Isolasi Nusa Indah RSUP Sanglah, Denpasar, Luh Gede Therressya Ajna Hakini Riasma (33). Di tengah ujian berat merawat pasien COVID-19, ia juga harus menghadapi ujian lainnya.
Saat ini ia memiliki bayi yang belum genap berusia setahun. Hingga kini pun ia masih dalam fase menyusui buah hatinya sehingga harus terus dekat dengan anak ketiganya itu. Berbeda dengan teman perawat lain yang bisa memilih melakukan isolasi diri, terpisah kamar dengan keluarganya.
Therressya mengakui bahwa terkadang muncul perasaan waswas. Apalagi dia harus Pulang Pergi (PP) dari Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar ke RSUP Sanglah. Ia juga khawatir selama di perjalanan mungkin saja secara tidak sengaja bertemu Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19. Kendati demikian, Therressya telah melakukan berbagai tindakan pembersihan seperti desinfeksi, dekontaminasi, serta membersihkan tubuh sesering mungkin sebelum berkumpul lagi dengan keluarganya.
