Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyakit TBC Masih Jadi Ancaman, Kasus di Denpasar Tinggi

Penyakit TBC Masih Jadi Ancaman, Kasus di Denpasar Tinggi
Ilustrasi penderita TBC (IDN Times/Riyanto)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Denpasar tengah berjibaku melakukan upaya pencegahan penyebaran kasus Tuberkulosis (TB) di Kota Denpasar. Ketua Harian PPTI Cabang Denpasar, I Gusti Ngurah Wibawa, menyampaikan kasus TB di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 1.601 kasus. Angka tersebut melebihi target yang ditetapkan Depkes sebesar 1.450 kasus.

"Sampai akhir Maret 2025 jumlah penderita yang sedang berobat sebanyak 32 orang," terangnya.

1. PPTI melakukan penyuluhan ke setiap banjar

Penyuluhan TBC di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)
Penyuluhan TBC di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)

Menurut Ketua Harian PPTI Cabang Denpasar, I Gusti Ngurah Wibawa, untuk mendukung pencegahan TBC, PPTI Denpasar bersama kader yang ada di puskesmas masing-masing kecamatan gencar melakukan penyuluhan ke setiap banjar. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu di Banjar Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan. Di samping memberikan penyuluhan ke banjar, pihaknya juga memberikan bantuan sembako kepada para penderita untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Setiap bulannya masing-masing puskesmas melakukan penyuluhan sebanyak lima kali. Dengan semakin gencarnya penyuluhan diharapkan akan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya penyakit TB," terangnya.

2. Kader harus meningkatkam pemahaman masyarakat

Penyuluhan TBC di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)
Penyuluhan TBC di Denpasar (Dok.IDN Times/istimewa)

Para kader juga langsung menyasar posyandu yang dilaksanakan di masing-masing banjar. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan bahaya penyakit TB.

“Saat ini kami pantau selain penderita TB di keluarga, keluarga yang tidak kena TB juga memeriksakan diri. Sehingga diketahui lebih dini bila kena TB,” sambungnya.

3. Keluarga penderita harus minum obat

Ilustrasi penderita TBC (IDN Times/Riyanto)
Ilustrasi penderita TBC (IDN Times/Riyanto)

Sementara itu, bagi keluarga yang mendampingi penderita TB juga harus meningkatkan terapi pencegahan TBC. Upaya ini dilakukan dengan memberikan obat pencegahan bagi keluarga pendamping untuk mencegah penularan. Apabila sudah terpapar, pengobatannya cukup panjang yaitu enam bulan.

"Kami berharap keluarga pendamping penderita TB mau untuk minum obat pencegahan agar tidak terpapar virus TB," ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

Libur Sekolah Jadi Angin Segar Tanah Lot di Tengah Lemahnya Ekonomi

28 Mei 2026, 18:15 WIBNews