Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dua Kasus Superflu Ada di Bali, Dinkes Sebut Pasien Sudah Sembuh

Ilustrasi virus (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi virus (IDN Times/Aditya Pratama)

Denpasar, IDN Times - Dua pasien dengan diagnosis influenza di Bali sejak Oktober 2025 lalu, ternyata positif Superflu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti. Hasil itu terungkap setelah Dinkes Bali mengirimkan sampel dua pasien tersebut ke laboratorium rujukan nasional. 

“Kita kirim ke lab rujukan nasional. Kendalanya adalah memang hasilnya itu cukup lama karena mengingat seluruh Indonesia ya. Nah, terkait dengan hasil ditemukan dua kasus ini memang baru kami terima,” kata Susanti, pada Selasa (13/1/2026).

1. Pasien positif superflu sudah sembuh

ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)

Kedua pasien adalah laki-laki berusia 40-50 tahun. Susanti menjelaskan, kedua pasien telah mendapatkan perawatan pada Oktober 2025 lalu. Gejalanya mirip dengan influenza. Susanti juga mengungkap, kedua pasien telah sembuh.

“Pasiennya sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Kita juga sudah telusuri di sekitarnya itu tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama influenza seperti itu,” kata Susanti.

Jika ada pasien dengan gejala serupa, mereka akan dirujuk dan dirawat ke puskemas serta rumah sakit di Denpasar dengan mekanisme Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

2. Dua pasien positif superflu tidak ada riwayat ke luar negeri

ilustrasi penerbangan pesawat (pexels.com/Daniel Frese)
ilustrasi penerbangan pesawat (pexels.com/Daniel Frese)

Sementara itu, hasil pengecekan riwayat perjalanan kedua pasien, mereka tidak ada jejak perjalanan ke luar negeri. Saat menantikan hasil pengecekan lab dari pusat kemarin, kedua pasien mendapatkan penanganan seperti pasien influenza. Mulai dari memberikan terapi, hingga menempatkan pasien di ruangan isolasi khusus.

“Kemudian dilakukan pengambilan sampel dan hasilnya baru keluar. Jadi baru kami juga baru mengetahui,” kata dia.

Kendala saat ini, pihaknya menanti hasil lab cukup lama karena pengecekan sampel berasal dari seluruh Indonesia. Sehingga, hasil lab yang keluar membutuhkan waktu lebih lama. Sebagai langkah awal, Susanti mengatakan ada upaya respon dini dan kewaspadaan dalam perawatan hingga pengambilan sampel.

3. Dinkes Bali meminta masyarakat tetap waspada dan menjalankan pola hidup sehat

ilustrasi olahraga (freepik.com/freepik)
ilustrasi olahraga (freepik.com/freepik)

Susanti mengungkapkan, pihaknya terus mengirimkan sampel ke lab nasional. Saat ini ada beberapa hasil uji yang telah diterima dengan hasil negatif. Kelima orang pasien dengan negatif superflu itu diambil sampelnya pada November 2025. Susanti juga mengingatkan agar masyarakat melakukan pola hidup sehat dan bersih.

Meskipun superflu bukan virus baru seperti COVID-19, Susanti mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai gejala berat pada lansia dan anak-anak, yakni sesak maupun radang paru.

“Waspada superflu ini kan memang komorbid ya. Itu jadi anak-anak, lansia atau yang memiliki komorbid,” ujar Susanti.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Dua Kasus Superflu Ada di Bali, Dinkes Sebut Pasien Sudah Sembuh

13 Jan 2026, 16:02 WIBNews