Koster Berencana Memulangkan Warisan Bali yang Ada di Luar Negeri

Mantap sekali. Bawa pulang Pak!

Denpasar, IDN Times - Bali dengan ragam budayanya yang melimpah disebut sebagai ujung tombak perlindungan kebudayaan di Indonesia. Kendati demikian, masih ada beberapa permasalahan yang harus dihadapi. Yakni minimnya pendataan ragam kebudayaan di daerah-daerah.

Untuk itu akan dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) yang bisa melindungi dan mendata seluruh kebudayaan di Bali.

1. Budaya tidak akan pernah habis dan bisa terus dilestarikan

Koster Berencana Memulangkan Warisan Bali yang Ada di Luar Negeripexels.com

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyebut Bali sangat beruntung karena sumber dayanya berbasis budaya. Sementara di daerah lain lebih kepada sumber daya alam yang bisa habis suatu saat. Budaya, kata Koster melekat pada kepala dan pikiran manusianya. Sehingga tak akan habis dan bisa terus dilestarikan.

"Forum ini sangat penting. Mudah-mudahan menghasilkan sesuatu yang baik. Beruntung Bali sumber dayanya adalah budaya. Sementara dari daerah lain sumber daya alam yang mana bisa habis pada suatu saat, ini akan menimbulkan masalah," katanya.

Baca Juga: 5 Keunikan Pemakaman Desa Trunyan Bali, Ada Tempat Khusus Jenazah Bayi

2. Benda cagar budaya, hingga cerita lisan banyak yang belum didata

Koster Berencana Memulangkan Warisan Bali yang Ada di Luar NegeriFoto by I Putu Heri Ramanda

Koster menyebut masih ada beberapa kendala terkait perlindungan kebudayaan di Bali. Satu di antaranya kurang terarah dan kurang komitmen secara keseluruhan serta kolektif. Selain itu juga minim regulasi dan anggaran.

"Masih terbatas kita. Beruntung masyarakat kita aktif untuk terus menghidupkan kebudayaan ini. Jika ini bisa digerakkan bisa luar biasa," ungkapnya.

Hal yang masih belum didata secara maksimal adalah benda cagar budaya, cerita lisan, lontar, sastra dan masih banyak yang belum digali dan didata.

3. Bali akan repatriasi peninggalan kebudayaan di luar negeri

Koster Berencana Memulangkan Warisan Bali yang Ada di Luar NegeriFoto Widhy_Hage via Instagram.com/@tyo_bucky

Selain itu, kebudayaan di Bali juga sebagian besar terpendam, belum tergali, dan belum dikembangkan. Untuk itu, Koster berencana membuat Perda Kebudayaan. Isi yang menarik dalam Perda tersebut adalah Bali akan mengembalikan warisan budaya Bali yang ada di luar negeri. Selain itu, pihaknya segera membentuk tim khusus yang bertugas untuk menggali semua warisan budaya.

"Peninggalan di luar negeri akan direpatriasi untuk mengembalikan semua warisan Bali di luar negeri. Seperti di museum-museum Belanda. Ini yang akan kita buat di Undang-undang ini," ungkapnya.

4. Dinas Kebudayaan Bali akui belum lengkap pendataannya

Koster Berencana Memulangkan Warisan Bali yang Ada di Luar Negeriinstagram.com/admoeredjo_andini

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, mengatakan saat ini sebenarnya sudah ada pendataan terkait kebudayaan Bali. Hanya saja belum lengkap dan menyeluruh. Untuk itu pada tahun 2019 nanti pihaknya akan memanfaatkan seluruh elemen hingga ke desa-desa adat untuk memetakan kebudayaan di Bali.

"Tentu nanti pada 2019 memanfaatkan seluruh elemen hingga ke adat untuk memetakan kebudayaan di Bali. Kita sudah punya, namun yang diminta tadi menyeluruh. Memanfaatkan semua yang ada di desa adat. Untuk saat ini memang belum lengkap," terangnya.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya