Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Maret 2026, Jangan Boros

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Maret 2026, Jangan Boros
ilustrasi boros (pexels.com/Max Fischer)
Intinya Sih
  • Ramalan Kalender Bali Digital untuk 20 Maret 2026 menyebut hari asuasa bersifat boros, tidak baik untuk berbelanja maupun melakukan kegiatan dewasa ayu.
  • Geni rawana dianggap hari baik untuk pekerjaan yang menggunakan api, sementara beberapa hari lain seperti kala buingrau dan kala jangkut memiliki makna khusus terkait aktivitas membangun dan membuat alat.
  • Lebur awu cocok untuk membangun irigasi, sedangkan sri tumpuk hingga srigati munggah menandai waktu baik bagi kegiatan pertanian dan penyimpanan padi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selamat merayakan hari suci Nyepi dan Idul Fitri ya. Semoga segala harapan dan kebaikan mengalir dan terpancar. Kali ini ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital untukmu.

Mengawali aktivitas pada Jumat, 20 Maret 2026 ada ramalan asuasa, yakni hari yang mengandung sifat boros sehingga tidak baik untuk berbelanja. Hari ini juga tidak baik untuk dewasa ayu. 

Sementara itu, banyu urug merupakan hari yang baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Hari yang baik untuk segala pekerjaan dengan api

ilustrasi api kompor (pixabay.com/aristal)
ilustrasi api kompor (pixabay.com/aristal)

Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Kala siyung artinya harus waspada karena mengandung pengaruh buas. 

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, dan memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. Kala jangkut artinya baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata. 

Hari yang baik untuk membangun irigasi

ilustrasi irigasi (unsplash.com/Steve Harvey)
ilustrasi irigasi (unsplash.com/Steve Harvey)

Lebur awu adalah hari baik untuk membangun irigasi. Namun, tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. Kala sor artinya tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. 

Kala tampak merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan. Kaleburau adalah hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Hari ini juga tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Hari yang baik untuk mencari burung

ilustrasi burung jalak (pexels.com/Jay Brand)
ilustrasi burung jalak (pexels.com/Jay Brand)

Sri tumpuk artinya baik untuk mencari burung atau mepikat. Srigati adalah hari baik untuk menyimpan dan menurunkan padi di lumbung. Srigati munggah merupakan hari baik untuk menanam padi, membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, dan menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. Namun, tidak baik meminjam sesuatu dan menjual beli beras.

Subacara adalah hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, mulai berlatih dan belajar. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Buat Astawa, Pratiti: Nama rupa.

Share
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More