Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 18 Januari 2025

Hari Baik Menurut Hindu Bali 18 Januari 2025
ilustrasi dapur (pexels.com/@taryn elliott)

Hari baik menurut Hindu Bali pada Sabtu, 18 Januari 2025 adalah amerta dewa. Ini merupakan hari yang baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur. 

Ada pula hari yang disebut dengan carik walangati. Artinya, tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah. Lalu seperti apa hari baik lainnya? Berikut selengkapnya.

1. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api

Ilustrasi koki.(pixabay.com/waytoospicy)
Ilustrasi koki.(pixabay.com/waytoospicy)

Geni rawana adalah hari yang baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun, tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. Kajeng uwudan artinya tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. 

Kala jangkut artinya baik untuk membuat pencar, jaring, senjata. Kala katemu merupakan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mangadakan pertemuan.

2. Tidak baik bercocok tanam

ilustrasi bercocok tanam (unsplash.com/OPPO Find X5 Pro)
ilustrasi bercocok tanam (unsplash.com/OPPO Find X5 Pro)

Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan. Kala kutila manik merupakan hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, upacara Bhuta Yadnya. 

Kala sungsang artinya mengandung sifat atau unsur terbalik, bertentangan, kontras. Namun, tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya Panca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu. 

3. Baik membuka lahan pertanian baru

Ilustrasi sawah (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Purwanin dina artinya tidak baik sebagai dewasa ayu.

Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lain-lain) dan Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya). Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Jati.

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest News Bali

See More

Petugas TPA Mandung Siaga Periksa Sampah dari Warga dan Truk Pengangkut

01 Mei 2026, 17:08 WIBNews