Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 14 Maret 2026, Saatnya Berburu

Hari Baik Menurut Hindu Bali 14 Maret 2026, Saatnya Berburu
ilustrasi berburu di alam (pixabay.com/furry_portraits)
Intinya Sih
  • Ramalan Kalender Bali Digital 14 Maret 2026 menyebut hari itu baik untuk aktivitas menangkap ikan, berburu, dan mengadakan pertemuan.
  • Beberapa hari seperti Kajeng uwudan dan Kala sor dianggap tidak baik untuk menanam, bercocok tanam, atau membuat terowongan karena sifatnya kurang mendukung kegiatan tersebut.
  • Hari Pepedan dinilai baik untuk membuka lahan pertanian baru, namun tidak disarankan membuat peralatan dari besi atau melaksanakan upacara tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - Menyambut aktivitas pada Sabtu, 14 Maret 2026 ada berbagai ramalan hari baik berdasarkan Kalender Bali Digital. 

Ramalan pertama yakni kala katemu sebagai hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Tidak baik menanam

ilustrasi menanam pohon (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi menanam pohon (pexels.com/Thirdman)

Kajeng uwudan merupakan hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman. Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.

Sementara itu, kala kutila manik adalah hari baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, dan lubang penghalang maupun pemisah. Hari ini baik untuk membuat alat perangkap dan upacara Bhuta Yadnya. 

2.:Tidak baik membuat terowongan

ilustrasi terowongan (unsplash.com/Jeff Miller)
ilustrasi terowongan (unsplash.com/Jeff Miller)

Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. 

Kala sungsang merupakan hari yang mengandung sifat atau unsur terbalik, bertentangan, dan kontras. Namun, tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya.

3.'Baik membuka lahan pertanian

Ilustrasi lahan pertanian. (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Ilustrasi lahan pertanian. (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Pepedan merupakan baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Purwanin dina adalah hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Separsa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Bali

See More