Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 Juni 2025, Kala Wisesa

Selamat pagi semuanya, cuaca cerah tapi berangin nih, jaga kesehatan ya kawan-kawan. Supaya kamu semakin semangat hari ini, IDN Times merangkum ramalan hari baik menurut Hindu Bali. Ramalan pada Jumat, 13 Juni 2025 berdasarkan Kalender Bali Digital.
Hari ini ada yang disebut dengan kala wisesa merupakan hari baik untuk memulai suatu kegiatan atau program. Hari ini juga baik untuk mengangkat atau melantik petugas. Penasaran seperti apa ramalan hari baik lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.
Tidak baik menebang kayu

Pada hari kala wisesa, tidak baik untuk menebang kayu untuk bahan bangunan. Jika menebang kayu pada hari ini, akan menimbulkan kesialan. Kayu yang ditebang juga akan menyebabkan hawa panas pada bangunan.
Jadi, kamu yang ingin menebang kayu untuk bahan bangunan. Sabar ya, cari waktu lain yang lebih tepat. Tidak hanya memilih waktu, kamu juga harus memastikan pohonnya untuk tumbuh lagi dengan cara pembibitan dan konservasi.
Tidak baik bercocok tanam

Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah. Pekerjaan ini seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Faktor cuaca akibat Sasih Sadha, kemarau dan berangin sehingga membuat tekstur tanah kurang gembur.
Jadi semangat menanti hari baik lainnya untuk bercocok tanam, sembari memikirkan strategi yang tepat ya. Jika kamu tetap ingin bercocok tanam hari ini, kamu bisa mempertimbangkan media tanam lainnya seperti air dengan sistem hidroponik dan sebagainya.
Baik untuk segala pekerjaan dengan api

Bagi kamu seorang koki, pengrajin gerabah, pandai besi, pengrajin perhiasan logam, dan lainnya, selamat ini hari baik kamu. Sebab hari ini adalah geni rawana, dipercaya sebagai hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api.
Namun, pada hari geni ramawan tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Jika tetap dilakukan, rumah akan terasa panas dan memancarkan aura tidak baik. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Sadayatana.



















