Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 Februari 2025

Hari Baik Menurut Hindu Bali 13 Februari 2025
ilustrasi pernikahan (pexels.com/Milton Vibes)

Penasaran ramalan hari baik pada Kamis, 13 Februari 2025? Apakah akan menjadi Kamis manis atau Kamis meringis? Sayang banget nih, hari ini dibuka dengan Kamis meringis dulu. Ada hari carik walangati yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha

Jadi sabar dulu ya yang ingin membangun rumah tangga bersama doi. Yuk konsultasi sama ahlinya cari hari baik yang cocok untuk perkawinan kalian. Nah, gimana ya ramalan hari baik lainnya? Adakah hari buruk yang nyempil? Ini selengkapnya.

1. Baik membuat peraturan

ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)
ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Pada hari carik walangati juga tidak baik melakukan upacara atiwa-tiwa atau ngaben dan tidak baik membangun rumah. Ada juga hari yang disebut dengan dauh ayu yang dipercaya baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang. Bagi kamu yang masih ingin lanjut membangun rumah, bakal ketolong dengan hari dauh ayu karena dipercaya baik untuk membangun rumah.

2. Baik menangkap ikan

ilustrasi nelayan (pexels.com/Sharath G.)
ilustrasi nelayan (pexels.com/Sharath G.)

Kala katemu adalah hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mangadakan pertemuan. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya. 

3. Baik membentuk organisasi

ilustrasi diskusi akademik (unsplash.com/Jason Goodman)
ilustrasi diskusi akademik (unsplash.com/Jason Goodman)

Tunut masih adalah hari baik untuk melas rare (bayi menetek), mulai mengajar atau melatih ternak bekerja. Hari ini juga baik untuk membentuk perkumpulan (organisasi) serta memulai membuka sekolah atau perguruan.

Hari tunut masih juga dipercaya baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat. Gagak anungsang pati artinya tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa. Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Widnyana.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Klaim BPJS Belum Cair, RSUD Tabanan Tidak Bisa Bayar Utang Obat

10 Mar 2026, 15:40 WIBNews