Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Baik Hindu Bali 27 Juni 2026, Saatnya Menanam Padi
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
  • Kalender Bali Digital menunjukkan Sabtu, 27 Juni 2026 sebagai hari baik untuk menanam padi, menyimpan hasil panen, dan melaksanakan upacara terkait pertanian.
  • Hari Kajeng rendetan dianggap baik untuk menanam tumbuhan berbuah, namun tidak disarankan untuk pernikahan, ngaben, atau membangun rumah.
  • Tanggal tersebut juga dinilai baik membuat alat perangkap seperti jaring dan pagar dalam konteks upacara Bhuta Yadnya, sementara beberapa pekerjaan penting sebaiknya dihindari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada berbagai ramalan hari baik menurut Hindu Bali akan menemanimu, Sabtu (27/6/ 2026). Ramalan hari baik ini berdasarkan Kalender Bali Digital.

Ada ramalan srigati jenek yang baik untuk membibit atau menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacaranya. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik menanam tumbuhan berbuah

Jeruk dan pisang lokal dari petani di Kabupaten Bangli. (IDN Times/Yuko Utami)

Kajeng rendetan adalah hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Kajeng kliwon enyitan merupakan hari baik untuk memulai membuat sesikepan atau sesuatu yang berkekuatan gaib. Purwanin dina adalah hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.

2. Baik membuat alat perangkap

Seorang petugas OIKN memasang perangkap tikus (IDN Times/Ervan)

Kala jangkut merupakan hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.Ada juga hari yang disebut dengan kala kutila manik artinya baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang maupun pemisah, alat perangkap, dan upacara Bhuta Yadnya. 

Uncal balung adalah hari yang tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Werdi Putra, Pratiti: Upadana.

Editorial Team

Related Article