Tabanan, IDN Times - Rumah sakit rujukan COVID-19 berisiko menjadi cluster penularan jika tidak dilakukan langkah pencegahan dan penanganan dini. Tidak sedikit tenaga kesehatan terkena COVID-19 dari pasien yang terkonfirmasi maupun berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) COVID-19.
Untuk itu pihak RSUD Tabanan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, selain menerapkan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) sesuai level risiko, juga menggelar rapid test dan tes swab terhadap pasien maupun pegawainya.
Hasilnya, satu dokter dinyatakan positif COVID-19. Kini ia dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Meski demikian, penularan dokter ini masih dalam tahap penelusuran apakah didapatkan dari lingkungan RSUD Tabanan atau di luar itu.
