Kita sering ditekankan untuk menjadi pendengar baik saat pasangan, saudara, maupun orang terdekat curhat. Namun, saat curhatan berat yang sama terus berulang, kamu mulai merasa ini tidak sehat. Cerita satu arah ini, bukan lagi soal kamu sebagai pendengar baik. Namun, kamu perlahan-lahan terjebak dalam emotional dumping.
Hochschild dalam jurnal ilmiah berjudul The Managed Heart: Commercialization of Human Feeling yang diterbitkan University of California mendefinisikan emotional dumping sebagai pelimpahan emosional satu arah.
Kondisi ini dapat menciptakan dinamika yang tidak seimbang jika seseorang terus-menerus melimpahkan beban emosionalnya tanpa memberikan timbal balik atau mengakui batasan emosional pihak yang mendengarkan. Kesejahteraan pendengar berdampak, mulai dari memicu stres, kelelahan emosional, serta penurunan ketahanan psikologis.
Berikut tips untuk kamu yang suka curhat berlebihan dan kamu sebagai pendengar untuk memutus mata rantai emotional dumping.
