Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Bayi yang Dibuang di Tabanan Diserahkan ke Dinsos

Dua Bayi yang Dibuang di Tabanan Diserahkan ke Dinsos
Penyerahan bayi laki-laki yang dibuang di Tabanan ke Dinas Sosial (Dok.IDN Times/Istimewa)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Dalam rentang satu minggu di Kabupaten Tabanan terjadi dua kasus pembuangan bayi. Kasus tersebut antara lain pembuangan bayi berjenis kelamin perempuan pada 1 Maret 2025 di Kecamatan Penebel, dan pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki pada 8 Maret 2025 di Kecamatan Pupuan.

Kedua bayi yang baru berusia hitungan hari itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan untuk perawatan lebih lanjut. Kabar terkini, keduanya sudah dalam kondisi stabil dan dibolehkan keluar dari RS. Mereka diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bali.

1. Kondisi kedua bayi stabil dan dibolehkan pulang

Penyerahan bayi laki-laki yang dibuang di  Tabanan ke Dinas Sosial (Dok.IDN Times/Istimewa)
Penyerahan bayi laki-laki yang dibuang di Tabanan ke Dinas Sosial (Dok.IDN Times/Istimewa)

Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu RSUD Tabanan, dr I Gusti Ngurah Bagus Juniada, mengatakan bayi perempuan yang ditemukan di Kecamatan Penebel telah diserahkan ke Dinas Sosial pada 7 Maret 2025 lalu. Sementara bayi laki-laki yang ditemukan di Kecamatan Pupuan, kondisinya stabil dan sudah dibolehkan pulang, pada Selasa (11/3/2025).

"Kondisi bayi stabil, secara umum baik dan geraknya aktif. Hari ini dibolehkan pulang dan kami serahkan ke Dinas Sosial," kata Juniada.

2. Proses adopsi menunggu P21 dari kepolisian

Penyerahan bayi laki-laki yang dibuang di  Tabanan ke Dinas Sosial (Dok.IDN Times/Istimewa)
Penyerahan bayi laki-laki yang dibuang di Tabanan ke Dinas Sosial (Dok.IDN Times/Istimewa)

Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, mengatakan pihaknya langsung meneruskan bayi ke Dinas Sosial Provinsi Bali untuk nantinya dirawat di yayasan yang sudah bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali.

"Untuk biaya perawatan bayi selama dirawat di rumah sakit ditanggung negara," ujarnya.

Mengenai kapan proses adopsi kedua bayi itu akan dilaksanakan, kata Gunawan masih menunggu kasus masuk ke tahap P21 oleh pihak kepolisian.

"Nanti proses adopsi dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Bali," kata Gunawan.

3. Pelaku pembuangan bayi masih dalam penyelidikan

Penemuan bayi laki-laki di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Penemuan bayi laki-laki di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki untuk menemukan pelaku pembuangan kedua bayi tersebut. Kapolsek Pupuan, AKP I Wayan Sudiarba, menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan dengan memeriksa sejumlah closed circuit television (CCTV) yang ada di sekitar lokasi.

"CCTV yang ada di rumah warga saat diperiksa tidak mengarah ke jalan,” katanya.

Pihak kepolisian sempat mencurigai seorang perempuan di Pupuan, karena di dalam tas ransel tempat bayi ada catatan nama yang sesuai dengan seorang warga di Pupuan. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, perempuan itu rupanya berada di Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kecurigaan awal ini tidak terkonfirmasi karena orang yang dicurigai itu dalam kondisi sehat.

"Sudah dilakukan pemeriksaan ke puskesmas. Tapi tidak ada bukti atau tanda habis melahirkan. Sehingga kecurigaan awal ini gugur. Saat ini kami sedang cek rekaman CCTV di sepanjang jalan itu,” jelas Sudiarba.

Sedangkan pelaku pembuang bayi perempuan di tegalan Banjar Biaung, Desa Biaung, Kecamatan Penebel juga masih misterius. Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Moh Taufik Effendi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Belum ada perkembangan berarti dan saksi minim,” terangnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

KPK Ungkap Dugaan Praktik Korupsi di Kanim Ngurah Rai dan Denpasar

26 Jun 2026, 19:49 WIBNews